Biaya Pelayanan Pembayaran Kartu Kredit

Pembayaran tagihan kartu kredit bisa lewat mesin ATM.
Seperti diketahui ada banyak sekali cara atau fasilitas untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Ada yang gratis, ada yang bayar. Nah, yang membayar inilah yang kita sebut sebagai biaya pelayanan pembayaran kartu kredit. Anda harus pintar-pintar karena ada yang gratis dan ada yang bayar. Apa maksudnya? Berapa biayanya? Bagaimana perhitungannya? Berikut ini kami jelaskan untuk Anda.

Biaya Pelayanan Pembayaran Kartu Kredit

Rata-rata orang membayar kartu kredit lewat mesin ATM dan biasanya adalah mesin ATM BCA. Hal ini tidak mengherankan karena rata-rata kita memang memiliki tabungan atau rekening bank BCA. Memiliki rekening tabungan di bank BCA termasuk memiliki kartu ATM BCA, merupakan salah satu poin penting persetujuan permohonan aplikasi kartu kredit kita. Mengapa menjadi salah satu poin penting? Tak lain karena bank penerbit kartu ingin supaya nasabahnya mudah melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Dan lokasi mesin ATM BCA jelas lebih banyak dan ada di mana-mana. Jika kita tidak ada rekening tabungan satu pun di bank manapun, boleh dikatakan 99,9% permohonan aplikasi kita akan ditolak. Lha wong pakai kartu ATM saja tidak bisa, bagaimana nanti mau pakai kartu kredit? Kurang lebih seperti itu.

Tetapi tahukah Anda bahwa setiap kali kita membayar tagihan kartu kredit lewat mesin ATM bank mana saja, kita akan dikenakan biaya administrasi? Inilah yang disebut dengan biaya pelayanan pembayaran kartu kredit. Lalu apakah biaya ini otomatis dikenakan kepada semua pemilik kartu kredit? Bisa ya, bisa juga tidak. Tergantung keputusan kita sendiri sebagai pemilik dan pengguna kartu kredit, mau membayar lewat ATM mana. Dan rata-rata biaya pembayaran kartu kredit lewat mesin ATM adalah Rp 5.000. Tentu suatu hari biaya ini akan bertambah.

Selain membayar lewat mesin ATM, kita juga bisa membayar lewat teller dengan cara setoran tunai ke bank bersangkutan (card issuer), lewat phone banking (bank penerbit atau bank lain), internet banking (bank penerbit atau bank lain), mobile banking (bank tertentu), sms banking (bank tertentu), loket (kantor pos), drop box (bank penerbit), dsb. Semua cara pembayaran yang disebutkan itu juga mengenakan biaya-biaya tertentu yang kita sebut biaya pelayanan pembayaran kartu kredit. Biayanya pun berbeda-beda tergantung kebijakan bank atau tempat kita membayar. Membayar langsung di loket teller bank penerbit kartu akan dikenakan biaya yang mahal dan bisa mencapai Rp 100.000 untuk sekali pembayaran. Dan ini sangat tidak dianjurkan. Membayar lewat drop box bisa dikenakan Rp 40.000. Drop box adalah fasilitas pembayaran dengan mengisi formulir di mana uang langsung kita paketkan di formulir tersebut dan ditaruh disebuah kotak seperti kotak undian. Jadi tak perlu lagi antri dan merepotkan teller bank. Contohnya drop box yang diberikan oleh HSBC, ABN AMRO yang berganti nama menjadi RBS (Royal Bank of Scotland), dsb.

Meski demikian, ada yang gratis juga di mana kita meminta bank langsung mendebet rekening tabungan kita untuk tagihan kartu kredit bulan berjalan. Kalau yang begini tentu gratis tanpa biaya. Bank pun lebih senang karena langsung memotong tabungan di mana pemilik kartu kredit tidak mungkin menunggak pembayaran. Pilihan ini terlihat simpel tetapi tidak dianjurkan karena satu dua alasan yang akan kita bahas nanti. Jadi tidak semata-mata gratis melainkan juga harus dilihat efek samping yang bakal terjadi di kemudian hari.

Pilihan berikutnya untuk mendapatkan layanan gratis pembayaran adalah menggunakan kartu ATM dari bank penerbit kartu itu sendiri. Jadi Anda wajib membuka rekening tabungan bank tersebut dan gunakan kartu ATM di mesin ATM bank tersebut. Contoh kartu kredit Niaga CIMB dibayar di mesin ATM Niaga CIMB menggunakan kartu ATM CIMB Niaga. Dengan demikian akan bebas biaya pembayaran kartu kredit seperti ini. Sampai di sini Anda paham? Intinya gunakan kartu ATM dan di mesin ATM bank yang juga menerbitkan kartu kredit Anda. Bukan cuma bebas biaya pembayaran kartu kredit melainkan juga langsung online sehingga kita tidak akan dikenakan biaya keterlambatan (late charge). Tak ada bedanya juga dengan melakukan tarik tunai di mana juga akan bebas biaya penarikan tunai kartu kredit.

Kesimpulannya: biaya pelayanan kartu kredit bisa gratis bisa bayar. Biaya ini juga tidak dialami semua pemilik atau pengguna kartu kredit. Namun karena rata-rata dari kita hanya memiliki satu rekening tabungan yakni Bank BCA dan kita membayar tagihan kartu kredit lewat mesin ATM BCA, otomatis kena biaya seperti ini. Membayar lewat mesin ATM yang bukan bank penerbit kartu membuat kita dikenakan biaya pelayanan pembayaran kartu ini. Istilahnya biaya administrasi. Bagaimana menurut Anda?

Sponsored links Biaya Pelayanan Pembayaran Kartu Kredit:
 

Biaya Transfer Dana Dari Kartu Kredit

Call center penerbit kartu kredit.
Biaya kartu kredit (credit card fees) berikutnya yang juga mengintai pengguna atau pemilik kartu kredit adalah biaya transfer dana dari rekening kartu kredit. Apa maksud biaya transfer dana kartu kredit ini? Berapa biaya yang akan dikenakan setiap kali kita transfer dana dari rekening kartu kredit? Berikut ini kami jelaskan kepada Anda semua.

Biaya Transfer Dana Dari Kartu Kredit

Beberapa jenis kartu kredit memungkinkan kita untuk memindahkan atau mentransfer dana dari rekening kartu kredit ke rekening kita di bank manapun untuk keperluan apapun dalam bentuk uang cash. Jadi jika Anda memiliki kartu kredit katakanlah Citibank yang berlimit Rp 20 juta dan kebetulan Citibank memiliki fasilitas transfer dana, lalu Anda membutuhkan dana tunai katakanlah Rp 10 juta dan ingin mengambilnya dari kartu kredit Citibank, Anda tidak perlu capek-capek tarik tunai lewat mesin ATM atau gesek tunai yang mengenakan biaya lebih tinggi. Cukup hubungi petugas customer service Citibank lewat sambungan telepon. Utarakan niat dan keinginan Anda untuk transfer dana dari rekening kartu kredit. Dalam sekejap uang pun akan masuk ke rekening tabungan Anda di bank manapun.

Biasanya pada saat Anda menghubungi petugas bank, mereka akan melakukan beberapa konfirmasi serta menanyakan berapa jumlah dana yang ingin ditransfer, nomor rekening tujuan transfer, dsb. Jika semuanya sudah oke dan saldo kartu kredit mencukupi maka dalam hitungan detik uang sudah masuk ke rekening tabungan kita. Tetapi biasanya nama yang tertulis di nomor rekening bank tujuan haruslah sama dengan nama pemilik kartu kredit. Hal ini untuk mencegah jangan sampai ada pihak-pihak lain yang mengatasnamakan pemegang kartu lalu mentransfer dana ke rekening mereka (kawanan penipu atau mafia kartu kredit). 

Fasilitas transfer dana kartu kredit sebenarnya adalah sebuah upaya bank untuk menyiasati maraknya gesek tunai (gestun) yang tidak bisa mereka bendung dan tidak mungkin dibendung. Karena itulah mereka mengeluarkan jurus ini. Namun tetap saja tidak semua pemegang kartu kredit mau menggunakan fasilitas ini karena akan terbaca pola penggunaan kartu kredit mereka, serta ada kalanya biaya yang dikenakan ujung-ujungnya jauh lebih besar dari gesek tunai.

Adapun besarnya biaya instruksi transfer dana kartu kredit ini setiap bank berbeda-beda. Rata-rata biaya transfer dana kartu kredit adalah Rp 25.000 - Rp 50.000 dan akan ditagih di tagihan bulanan yang akan datang. Namun harap diingat bahwa ada bank yang mengenakan biaya per transaksi atau per limit dana yang ingin ditransfer. Kalau per transaksi artinya setiap kali perintah atau permohonan transfer dana maka kita mengeluarkan biaya sekian yang sudah fix. Entah itu mau transfer Rp 1 juta, Rp 5 juta atau bahkan Rp 100 juta. Jadi tidak dibeda-bedakan. Sedangkan per limit artinya setiap kali transfer dana berdasarkan limit yang ditentukan. Contoh misalnya jika limit transfer adalah Rp 3 juta dan dikenakan biaya Rp 25.000, otomatis setiap kali kita meminta transfer dana Rp 10 juta akan dikenakan biaya Rp 100.000. Kelipatan per limit transfer Rp 3 juta. Dihitung dari kelipatan limit transfer.

Sebelum mengajukan aplikasi permohonan kartu kredit, Anda wajib menanyakan kepada bank apakah mereka memiliki fasilitas transfer dana seperti ini atau tidak. Pilihlah produk kartu  kredit yang memiliki fasilitas ini karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkannya. Toh kalau tidak digunakan juga tidak dikenakan biaya sama sekali. Selain itu jika produk kartu  kredit tersebut memiliki fasilitas transfer dana ini, pastikan juga biaya yang dikenakan paling kecil dari produk kartu kredit lainnya. Pilih yang mengenakan biaya per transaksi dibandingkan per limit. Saat ini persaingan kartu kredit sangatlah ketat dan banyak pilihan buat konsumen.

Kesimpulannya: biaya transfer dana dari rekening kartu kredit tidak dialami semua pemilik atau pemegang kartu kredit. Jadi bisa diabaikan saja. Biaya ini hanya dikenakan kepada mereka-mereka yang sering membutuhkan dana tunai kartu kredit dan menggunakan fasilitas transfer tunai ini.

Sponsored links Biaya Transfer Dana Kartu Kredit:
 

Biaya Permintaan Salinan Transaksi Kartu kredit

Contoh slip transaksi kartu kredit.
Biaya permintaan salinan bukti transaksi kartu kredit (copy sales draft) adalah biaya yang timbul di mana pemiliknya meminta kepada bank untuk mengirimkan kepada mereka bukti transaksi belanja. Seperti diketahui setiap kali kita berbelanja dengan kartu kredit, kita akan mendapatkan bukti transaksi yang disebut sales draft. Contohnya bisa dilihat di gambar samping ini. Sales draft ini adalah berkas yang muncul secara otomatis dari mesin EDC waktu kartu kredit digesek. Di lembaran bukti transaksi itulah tercantum nama toko (merchant), tanggal transaksi, jumlah transaksi, jenis kartu kredit (VISA atau MasterCard), kode merchant, dsb. Biasanya sales draft ada beberapa lembar yakni untuk pemilik kartu kredit, toko dan bank.

Nah, andaikata suatu hari kita menemukan ada kejanggalan pada penagihan kartu kredit kita, lalu ingin mengajukan komplain atau verifikasi ulang atas tagihan yang ada, kita bisa meminta kepada bank untuk mengirimkan berkas copy transaksi yang terjadi. Atas permintaan bukti transaksi inilah bank akan mengenakan biaya ini. Besarnya biaya permintaan salinan bukti transaksi kartu kredit setiap bank berbeda-beda, tetapi rata-rata mengenakan biaya Rp 25.000 - Rp 50.000 per satu slip transaksi. Jadi jika dalam sebulan Anda bertransaksi 100 kali lalu ingin meminta semuanya bayangkan saja betapa Anda memperkaya bankir dan anak cucu cicit mereka? Itu tindakan konyol dan bodoh! Belum lagi jika bukti transaksi tersebut adalah perbelanjaan di luar negeri. Wah kalau ini bisa per satu slip copy sales draft minimal Rp 150.000. Diimport langsung dari negeri sana.

Yang perlu kita jaga sebagai pemilik atau pengguna kartu kredit adalah setiap kali selesai transaksi, jangan buang atau remehkan bukti transaksi tersebut sebelum Anda yakin semuanya akan baik-baik saja. Ada baiknya dan tidak ada ruginya juga bukti transaksi tersebut disimpan hingga bulan depan. Ketika tagihan datang tinggal Anda cocoknya saja. Begitu sudah sama, maka bisa segera dihancurkan atau dibuang. Namun jika Anda merasa tidak ada gunanya lagi bukti transaksi yang ada dan sudah Anda pastikan dengan benar, ya bisa Anda buang ke tong sampah dengan sebelumnya disobek hancur. Jangan sampai dipungut orang lain dalam keadaan utuh karena itulah salah satu pintu masuk dari jaringan mafia kartu kredit.

Kesimpulannya: biaya permintaan bukti salinan kartu kredit tidak dialami semua pemilik atau pengguna kartu kredit. Biaya ini hanya dikenakan kepada mereka yang aneh-aneh, yang teledor, yang tidak bertanggungjawab, yang merasa segala hal di muka bumi ini tidak akan pernah ada masalah. Tetapi begitu menemui masalah baru panik dan akhirnya mengeluarkan biaya tambahan. Bagi Anda yang sudah cukup bijak dalam menggunakan kartu kredit, abaikan saja biaya ini. Untuk rasa aman ada baiknya slip belanja dengan kartu kredit disimpan untuk kroscek di bulan depan. Begitu sudah oke, baru dibuang dengan cara dihancurkan terlebih dulu. Itulah salah satu tips menggunakan kartu kredit dengan bijak.

Sponsored links Biaya Permintaan Salinan Transaksi:
 

Biaya Penggantian Kartu Kredit Baru

Kartu kredit dan dompet hilang.
Namanya nasib, ada kalanya kartu kredit yang kita miliki hilang entah ke mana. Apa itu tercuri, terambil suami atau isteri lalu lupa taruh di mana, tertinggal di taksi bersama dompet, dibawa dan dipakai oleh anak sehingga hilang, dsb. Nah, tentu untuk mendapatkan kartu kredit yang baru, bank akan mengenakan kepada kita yang namanya biaya penggantian kartu kredit baru. Besarnya biaya penggantian kartu kredit baru ini setiap bank pasti berbeda-beda dan juga ditentukan oleh jenis kartu kredit yang Anda miliki. Namun rata-rata biaya penggantian kartu kredit baru berkisar dari Rp 50.000 - Rp 200.000 per kartu.

Ada sedikit pengecualian soal biaya penggantian kartu kredit baru. Biaya ini dikenakan khusus untuk kartu kredit yang hilang. Jika kartu kredit Anda tidak berfungsi atau rusak, Anda tidak akan dikenakan biaya seperti ini. Di samping itu ada bank yang menggratiskan biaya penggantian kartu kredit baru untuk pertama kalinya. Anda wajib menanyakan mengenai kebijakan ini kepada bank penerbit kartu kredit Anda. Jadi kalau kartu kredit Anda hilang untuk pertama kali, bank yang mengirimkan kartu baru secara gratis. Bank menganggap Anda belum terbiasa memiliki kartu kredit sehingga parno atau grogi yang membuatnya hilang. Tetapi untuk kehilangan kartu kredit kedua dan seterusnya, Anda baru dikenakan biaya.

Karena biaya penggantian kartu kredit baru ini khusus untuk kartu kreditnya hilang, oleh karena itu jika memang kartu kredit Anda hilang, Anda wajib segera menghubungi bank karena takutnya ditemukan orang lain dan disalahpergunakan. Sedangkan untuk kartu kredit Anda yang sudah mendekati masa berakhir (valid date) tentu tidak dikenakan biaya seperti ini. Perpanjangan kartu kredit baru secara otomatis akan dikirimkan bank ke alamat rumah atau kantor Anda. Dan itu adalah kartu kredit baru yang gratis tentunya.

Kesimpulannya: biaya penggantian kartu kredit baru tidak dialami semua pemilik atau pemegang kartu kredit. Biaya ini hanya dialami oleh mereka yang teledor, punya penyakit lupa, terserang gejala awal sindrom pikun sehingga kartu kreditnya tertinggal dan hilang terus menerus. Cuma lucunya jika ada pelaku koruptor  yang katanya terserang penyakit lupa sehingga tidak bisa kembali ke Indonesia tetapi di luar negeri masih berbelanja menggunakan kartu kredit. Jadi tak perlu kuatir akan biaya ini jika Anda adalah seorang nasabah yang bertanggung jawab.

Sponsored links Biaya Penggantian Kartu Baru:
 

Biaya Penolakan Pembayaran Giro Cek

Contoh bilyet giro atau cek membayar kartu kredit.
Tidak semua orang membayar kartu kredit lewat mesin ATM atau debit langsung dari rekening tabungan. Ada beberapa orang khususnya bos-bos besar atau pengusaha yang kadang membayar kartu kredit dengan cek atau bilyet giro. Hal ini sah-sah saja karena memang banyak alternatif untuk membayar kartu kredit, mulai dari membayar di teller bank, mesin ATM, drop box, debit rekening tabungan, transfer balance, giro, cek, kantor pos, dsb. Alasan seseorang membayar kartu kredit lebih memilih membayar dengan cek atau giro bisa karena butuh biaya yang besar untuk membayar kartu kredit, malas ke mesin ATM atau mungkin juga sudah terbiasa. Nah, jika pembayaran dengan cek atau bilyet giro ini ditolak oleh bank karena satu dua hal seperti dana kosong, dana tidak mencukupi, otomatis akan datang biaya penolakan pembayaran giro/cek untuk kartu kredit. Berapa besarnya biaya penolakan pembayaran giro/cek ini?

Besarnya biaya penolakan pembayaran giro atau cek untuk kartu kredit tergantung kembali kepada kebijakan bank penerbit kartu itu sendiri. Namun secara umum besarnya biaya penolakan cek atau giro ini berkisar antara Rp 25.000 - Rp 100.000. Besarnya biaya ini juga tergantung kepada jenis kartu kredit yang Anda pergunakan. Biaya inilah yang juga menjadi salah satu biaya pemasukan bank dalam bisnis kartu kredit. Wow! Banyak sekali biayanya ya?

Kesimpulannya: biaya penolakan cek atau giro dalam membayar kartu kredit tidak dialami semua pemilik kartu kredit. Biaya ini hanya terjadi pada mereka yang membayar tagihan kartu kredit mereka dengan menggunakan cek atau giro dan itu pun kalau giro atau cek dananya kosong. Selama lancar tentu tidak akan dikenakan biaya di penagihan bulan berikutnya. Jika Anda menggunakan cek atau bilyet giro dalam membayar tagihan kartu kredit, pastikan dananya mencukupi atau Anda akan dikenakan biaya seperti ini atau mungkin pinalti dari bank penerbit cek atau bilyet giro. Anda pasti tahu saat ini peraturan ketat sudah diberlakukan dalam penerbitan atau penulisan cek/bilyet giro. Sekali kosong maka diblacklist sedemikian rupa. Acuhkan saja biaya yang satu ini jika Anda tidak membayar kartu kredit dengan cek/bilyet giro.

Sponsored links Biaya Penolakan Giro atau Cek:
 

Biaya Over Limit Kartu Kredit

Gunakan kartu kredit Anda secara bijak jangan sampai over limit.
Selain biaya penarikan tunai, biaya siluman berikutnya yang mengintai pemegang atau pemilik kartu kredit adalah biaya over limit. Apa maksud biaya over limit kartu kredit? Berapa besarnya biaya over limit ini? Bagaimana cara menghitungnya? Berikut ini kami jelaskan kepada Anda.

Biaya Over Limit Kartu Kredit

Over artinya melebihi, sedangkan limit artinya batasan. Dengan pengertian ini sudah bisa kita simpulkan bahwa biaya over limit adalah biaya yang dikenakan kepada pemilik kartu kredit jika penggunaan kartu kredit mereka sudah melewati batas pagu kredit yang disetujui. Jadi kalau pagu kartu kredit Anda adalah Rp 10 juta tetapi Anda pakai hingga Rp 11 juta, otomatis Anda akan dikenakan biaya over limit seperti ini. Mungkin sampai di sini Anda berkata, "Tetapi bagaimana mungkin kalau limit kreditnya Rp 10 juta bisa dipakai hingga Rp 11 juta?"

Memang benar. Kalau kartu kredit kita limitnya Rp 10 juta lalu ingin kita gesek Rp 11 juta, secara sistem perbankan proses tersebut ditolak dan bisa muncul tulisan "declined" yang artinya ditolak. Tidak mungkin limit Rp 10 juta bisa menggunakan Rp 11 juta terkecuali sebelumnya kita meminta kenaikan limit sementara atau kita dianggap nasabah bonafit untuk kasus-kasus tertentu. Lalu bagaimana bisa over limit? Anda jangan salah, perhitungan over limit itu bukan semata-mata berdasarkan pada pemakaian kartu kredit tetapi bisa juga dari sisa saldo tagihan terhutang yang terus bertambah bersama bunganya. Banyak orang yang belum paham dan terjebak. Dipikir kalau tidak memakai melebihi pagu kredit maka tidak akan dikenakan biaya over limit. Mungkin penggunaan kartu kredit Anda tidak melebihi limit, tetapi Anda tidak tahu bahwa penagihan sebelumnya menyisakan saldo tagihan yang cukup besar. Sehingga ketika dijumlahkan dengan penggunaan bulan ini otomatis di bulan depan sudah melewati batas limit kartu kredit Anda yang cuma Rp 10 juta. Dengan begitu biaya over limit akan ditagihkan kepada Anda. Sekarang kami harap Anda mengerti dengan jelas bisnis kartu kredit ini. Inilah salah satu alasan mengapa bank begitu gencar mempromosikan produk kartu kredit. Selain memang karena ada manfaatnya juga karena ada biaya-biaya siluman kartu kredit seperti ini.

Berapa biaya over limit yang akan dikenakan kepada pemegang kartu kredit? Prinsipnya jika tagihan Anda sudah melewati batas pagu kredit meski cuma melebihi Rp 10.000 maka Anda langsung dikenakan biaya over limit. Besarnya biaya over limit setiap bank berbeda-beda. Tetapi rata-rata akan mengenakan biaya over limit minimal Rp 50.000 atau 5% dari kelebihan limit tergantung "mana yang lebih besar". Anda lihat? Sebuah kalimat "mana yang lebih besar" muncul kembali. Bank itu berisi orang-orang licik dan cerdik. Tidak pernah mereka mau menyerah kita memiliki ilmu seperti mereka. 

Jika total tagihan Anda bulan ini adalah Rp 10.010.000 sementara pagu kredit Anda hanya Rp 10 juta, maka Anda dikenakan biaya over limit Rp 50.000. Karena Anda dianggap over limit Rp 10.000. Jadi ada penambahan biaya over limit di tagihan bulan ini atau bisa juga di bulan depan. Kalau ditambahkan di bulan ini maka langsung tertagih Rp 10.060.000. Tetapi andaikata tagihan Anda datang total Rp 12 juta sementara batas limit kredit Anda hanyalah Rp 10 juta, maka biaya over limit ini bukan lagi Rp 50.000 melainkan sudah dihitung 5% yakni Rp 100.000 (5% x Rp 1 juta). Sampai di sini semoga paham. Bank selalu mengambil yang paling besar atau minimal Rp 50.000. Biaya over limit 5% dihitung dari kelebihan limitnya, bukan saldo terhutang atau pagu kredit. Namun demikian sebagai pemegang kartu kredit kita tak perlu kuatir sebab ada ketentuan dari regulasi perbankan di mana besarnya biaya over limit ada batas maksimumnya. Misalnya maksimal biaya over limit adalah Rp 300.000 atau Rp 500.000. Setiap bank bisa berbeda-beda dan juga tergantung kepada jenis kartu kredit yang kita miliki.

Jika kartu kredit Anda sudah over limit, Anda harus segera membayar tagihan sedemikian rupa agar jangan sampai di bulan depan menjadi over limit lagi. Jika over limit terus maka setiap bulan Anda menyetor biaya untuk menghidupi bankir beserta anak cucu dan besannya yang cuma ongkang-ongkang kaki. Pastikan setelah membayar seandainya membayar minimum payment, tidak akan over limit di bulan depan termasuk perhitungan bunga yang ada.

Dengan penjelasan seperti ini sekarang Anda tahu bahwa biaya over limit menjadi salah satu sumber pemasukan bank dari bisnis kartu kredit. Semakin banyak yang telat bayar, menyicil, menggunakan sampai over limit, maka semakin gemuk bankir dan semakin buncit perut mereka. Karena itu Anda tidak boleh sembarangan menggunakan kartu ajaib satu ini. Jangan sampai sudah telat bayar, menyicil, sering ambil tunai dan over limit lagi. Anda memperkaya pundi-pundi bankir tanpa perlu mereka bekerja.

Kesimpulannya: biaya over limit tidak dialami semua pemilik kartu kredit. Jadi Anda tak perlu kuatir. Biaya over limit hanya berlaku buat mereka-mereka yang menggunakan kartu kredit melebihi batas pagu kredit yang diberikan kepada mereka. Sebuah pola hidup dan perilaku yang tidak pantas untuk kita tiru bersama. Gunakan kartu kredit secara bijak maka Anda bisa menangkis biaya siluman!

Sponsored links Biaya Over Limit Kartu Kredit:
 

Biaya Penarikan Tunai Kartu Kredit

Tarik tunai lewat mesin ATM.
Harap Anda perhatikan bahwa biaya penarikan tunai (cash advance) berbeda dengan biaya bunga penarikan tunai. Biaya bunga penarikan tunai adalah perhitungan bunga yang dibebankan ketika kita menunggak pembayaran atau membayar hanya sebagian dari penarikan tunai. Sudah kita bahas sebelumnya. Sedangkan biaya penarikan tunai yang kita maksudkan di sini adalah biaya yang dikenakan pada saat kita melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM. Apa itu biaya penarikan tunai? Bagaimana proses dan perhitungannya? Berikut ini kami jelaskan kepada Anda.

Biaya Penarikan Tunai Kartu Kredit

Ketika Anda membutuhkan uang tunai dan Anda ingin menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai, pasti Anda akan meluncur ke mesin ATM terdekat. Karena rata-rata orang menarik tunai kartu kredit dari mesin ATM. Pada saat Anda memasukkan kartu kredit lalu menekan PIN dan uang keluar dari mesin ATM, pada saat itu juga Anda dikenakan biaya penarikan tunai ini. Lho kok bisa? Tentu saja.

Biaya penarikan tunai adalah semacam biaya pelayanan yang dikenakan oleh ATM bank bersangkutan. Jadi dapat kita katakan bahwa biaya penarikan tunai adalah semacam biaya administrasi yang dikenakan oleh bank pemilik ATM kepada pemilik kartu kredit. Biar gampangnya begini saja. Jika Anda memegang kartu kredit HSBC lalu menarik tunai dari mesin ATM Mandiri, maka Bank Mandiri mengganggap nasabah HSBC menggunakan fasilitas mesin ATM mereka. Otomatis Mandiri akan menagih kepada HSBC. Begitu HSBC membayar kepada Mandiri, HSBC kembali akan menagih kepada Anda. Kurang lebih seperti itu. Jadi akan ditagih langsung di bulan depan pada saat tagihan bulanan dicetak.

Besarnya biaya penarikan tunai ini rata-rata adalah 4% atau minimal Rp 50.000 tergantung mana yang lebih besar. Hampir semua bank penerbit kartu kredit mengumumkan adanya pemberlakukan biaya sebesar ini. Dan tentunya penentuan biaya ini akan berubah seiring dengan kondisi perekonomian dan kebijakan bank sebagai pemilik mesin ATM. Kalimat "tergantung mana lebih besar" kadang cukup membingungkan bagi orang yang baru pertama menggunakan kartu kredit. Padahal pengertiannya sangatlah sederhana.

Begini. Intinya bank pemilik mesin ATM akan mengenakan biaya paling kecil Rp 50.000 untuk sekali tarik tunai. Tetapi jika Anda menarik tunai dalam jumlah yang lebih besar, otomatis bank pemilik ATM memberlakukan 4%. Itulah asalan mengapa kami katakan bank itu licik. Biar jelas kami berikan contoh. Anda pemegang kartu kredit Citibank lalu tarik tunai dari mesin ATM BCA. Pada saat Anda mengambil tunai Rp 1.000.000, maka bank BCA mengenakan Anda Rp 50.000. Karena kalau diambil 4% hanya mendapatkan Rp 40.000. Ketentuannya adalam minimal Rp 50.000. Tetapi jika Anda menarik tunai Rp 2.500.000 maka bank BCA tidak mengenakan Anda Rp 50.000 melainkan 4% dari Rp 2.500.000 yakni Rp 100.000. Alasannya patokannya memang 4%. Sampai di sini paham? 

Jadi di bulan depan akan datang tagihan ke rumah Anda sebesar Rp 2.600.000. Seratus ribunya adalah biaya tarik tunai ini. Jika Anda hanya membayar sebagian saja alias menyicil, maka sisanya di bulan depan baru dikenakan biaya bunga tarik tunai yang sudah kita bahas kemarin. Sampai di sini paham? Biaya tarik tunai langsung dikenakan tetapi biaya bunga tarik tunai baru dikenakan jika Anda menyicil sebagian tagihan.

Solusi Bank Penerbit Kartu Terhadap Biaya Tarik Tunai

Biaya tarik tunai tidak terjadi pada semua pemilik atau pemegang kartu kredit. Biaya ini hanya dibebankan bagi mereka yang menggunakan kartu kredit mereka untuk menarik uang tunai dari mesin ATM. Jadi kalau Anda tidak berniat menarik tunai melainkan hanya menggunakan kartu kredit sebagai alat transaksi belanja, santai saja. Acuhkan saja biaya seperti ini karena tidak akan menghampiri Anda. Namun sebaliknya jika Anda suka menarik uang tunai entah atas dasar apapun, maka biaya inilah yang mengintai Anda.

Biaya tarik tunai inilah yang menjadi salah satu sumber pemasukan bank dalam bisnis kartu kredit. Biasanya bank yang memiliki mesin ATM terbanyaklah yang menikmati biaya-biaya seperti ini. Biaya ini dianggap sebagai biaya pengganti investasi pembelian mesin ATM, biaya operasional dan perawatan. Anda tahu sendiri bahwa satu unit mesin ATM kadang harganya bisa di atas Rp 300 juta. Wow! Dengan demikian bank pemilik mesin ATM pasti akan mengenakan biaya-biaya tertentu termasuk biaya penarikan tunai ini. Di samping itu kadang bank mengenakan biaya ini untuk mencegah adanya fluktuasi kurs akibat uangnya ditarik sedemikian rupa. Soal fluktuasi kurs ini sudah kita singgung di bagian biaya bunga tarik tunai kartu kredit. Jadi tidak kita bahas lagi di sini.

Karena biaya penarikan tunai ini dikenakan oleh bank pemilik mesin ATM otomatis bank-bank penerbit kartu kredit mencari solusi agar jangan sampai nasabah mereka semakin diberatkan. Tetapi karena bisnis bank saling bersaing otomatis solusi yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit juga tidaklah begitu efektif. Alasannya karena jumlah mesin ATM-nya terbatas. Biasanya bank penerbit kartu kredit berusaha menambah jumlah mesin ATM mereka sendiri. Jadi dengan menarik tunai lewat mesin ATM bank penerbit kartu kredit, otomatis tidak dikenakan biaya tarik tunai seperti ini. Contoh: jika Anda memiliki kartu kredit Citibank lalu menarik tunai di butik ATM Citibank, maka Anda tidak akan dikenakan biaya seperti ini. Namun biaya bunga tarik tunai tetap diberlakukan jika tidak membayar full pada waktu ditagih. Sebaliknya jika Anda menarik tunai dari mesin ATM BCA, Danamon, dsb. maka Anda akan dikenakan biaya tarik tunai ini.

Tidak semua bank penerbit kartu kredit membebaskan nasabah kartu kredit mereka dari biaya tarik tunai meski menarik tunai dari mesin ATM mereka sendiri. Karena itu Anda harus tanyakan baik-baik kepada bank penerbit kartu kredit yang Anda ajukan: "Apakah jika menarik tunai dari mesin ATM bank penerbit akan dikenakan biaya tarik tunai?" Saran kami pilihlah bank yang membebaskan biaya penarikan tunai di mesin ATM mereka sendiri. Karena jika tidak demikian maka bank memangsa nasabah mereka sendiri. Lalu apa bedanya?

Solusi Nasabah Kartu Kredit Terhadap Biaya Tarik Tunai

Perkembangan berikutnya berkaitan dengan biaya tarik tunai ini adalah munculnya apa yang disebut dengan gesek tunai atau gestun. Gesek tunai adalah sebuah lahan bisnis baru yang sangat basah di mana seorang nasabah kartu kredit tak perlu lagi menarik tunai dari mesin ATM yang akhirnya dikenakan biaya minimal Rp 50.000 atau 4% dari total penarikan tunai. Cukup datang ke toko-toko atau merchant yang menerima gesek tunai. Anda pun akan menerima uang tunai. Lho kok bisa?

Ini adalah semacam permainan labirin yang sulit dibongkar atau ditindak bahkan oleh asosiasi kartu kredit itu sendiri. Semacam senjata makan tuan atau kangen kepada janda siluman. Dibuang sayang, tidak dibuang bikin stres. Mau keluar sulit, tidak keluar juga tidak nyaman. Kurang lebih seperti itulah. Nanti pada saatnya kita akan membahas ini panjang lebar.

Gesek tunai menawarkan biaya yang jauh lebih kecil dari tarik tunai menggunakan mesin ATM. Tarik tunai lewat mesin ATM seperti yang telah dijelaskan mengenakan minimal Rp 50.000 atau 4% "mana yang lebih besar", sedangkan gesek tunai menawarkan rata-rata cukup 3%. Tidak ada minimal dan tidak ada istilah "mana yang lebih besar". Jadi mau tarik tunai berapa pun cukup 3%. Jika tarik tunai Rp 10 juta maka cukup bayar biaya Rp 300.000 yang langsung dipotong. Jadi Anda menerima Rp 9.700.000. Hemat 1% bukannya lumayan? Tentu dalam perkembangan berikutnya adanya persaingan bisnis, bahkan ada toko yang mengenakan 2%. Wow!

Bukan saja soal biayanya yang jauh lebih kecil tetapi kemampuan untuk tarik tunai. Kalau Anda menarik tunai lewat mesin ATM, Anda terbentur kepada yang namanya limit cash advance yang sudah ditetapkan oleh bank. Untuk produk kartu kredit Citibank rata-rata cash advance-nya adalah 60% dari total limit. Jadi jika pagu kredit yang disetujui adalah Rp 10 juta, maka kemampuan Anda untuk tarik tunai hanyalah Rp 6 juta. Untuk bank Standard Chartered (Stanchart) mungkin agak berbeda di  mana Anda diberikan cash advance yang akan terus meningkat sesuai dengan masa keanggotaan Anda. Untuk nasabah kartu kredit baru mungkin limit tarik tunainya hanya 40%, lalu naik lagi 10% di tahun-tahun yang akan datang. Setiap bank berbeda-beda.

Jadi dengan adanya pembatasan-pembatasan limit penarikan tunai ini, jika kita menarik tunai lewat mesin ATM sudah pasti tidak maksimal. Tetapi dengan menggunakan jasa gestun (gesek tunai) otomatis yang dilihat adalah total limit pagu kredit, bukan limit cash advance-nya. Kalau limit kartu kredit Anda adalah Rp 40 juta, maka sebesar Rp 40 juta itulah Anda bisa menarik tunai. Sebab prosesnya bukan tarik tunai melainkan "berbelanja". Hanya saja seperti yang telah kami terangkan bahwa Anda tidak menerima barang tetapi barang diganti dengan uang tunai seharga barang tersebut.

Proses gesek tunai (gestun) ini adalah Anda membeli barang namun bukan barang yang Anda dapatkan melainkan uang tunai. Jadi seolah-olah Anda membeli barang seperti perhiasan, ponsel, televisi, kulkas, dsb. Namun semuanya dijadikan duit. Kartu kredit Anda digesek membeli barang dan muncul struk membeli barang. Hanya saja si pemilik toko memberikan uang tunai senilai dengan barang yang Anda beli. Tentu dipotong biaya gesek tunai ini. Sampai di sini paham?

Jadi kesimpulannya adalah: biaya tarik tunai tidak dialami semua pemilik kartu kredit. Biaya tarik tunai hanya dikenakan kepada mereka menarik tunai lewat mesin ATM. Jadi acuhkan saja biaya satu ini. Namun bagi yang suka menarik tunai dan ingin menekan biaya yang dikenakan mungkin solusi di atas bisa menjadi pilihan alternatif yakni tarik tunai di mesin ATM bank penerbit kartu atau gesek tunai di merchant.

Sponsored links Biaya Penarikan Tunai Kartu Kredit:
 

Biaya Bunga Tarik Tunai Kartu Kredit

Biaya bunga tarik tunai kartu kredit.
Biaya kartu kredit berikutnya yang patut Anda ketahui adalah biaya bunga tarik tunai. Pada prinsipnya sama seperti biaya bunga ritel kartu kredit. Hanya saja perbedaannya biasanya terletak kepada suku bunga yang ditetapkan serta proses perhitungannya. Suku bunga tarik tunai kartu kredit sudah pasti akan jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga ritel kartu kredit. Apa itu biaya bunga tarik tunai, bagaimana proses perhitungannya, siapa saja yang akan dikenakan biaya-biaya seperti ini? Berikut ini kami jelaskan kepada Anda.

Biaya Bunga Tarik Tunai

Anda sudah tahu pada awal sejarah kartu kredit diciptakan memang dengan tujuan untuk transaksi berbelanja. Misalnya dompet yang tertinggal atau karena satu dua alasan sehingga kita tidak memiliki uang di dompet. Namun dalam perkembangan berikutnya seiring dengan kemajuan zaman dan mobilitas penduduk, otomatis kartu kredit juga memberikan fasilitas tambahan yakni bisa berfungsi layaknya sebagai kartu ATM. Meski memang tabungan Anda tidak ada uang sama sekali, bank yang meminjamkannya terlebih dulu. Anda dipersilakan menarik uang sesuai dengan keinginan Anda selama memang masih ada saldo penarikan tunai (cash advance) di limit kartu kredit Anda. Kalau tidak ada limit yang tentu tidak bisa menarik tunai.

Penarikan tunai lewat kartu kredit bisa dilakukan di hampir semua mesin ATM di seluruh dunia, terutama yang memang memiliki logo-logo transaksi Internasional seperti ATM berlogo VISA, MasterCard, Cirrus, Maestro, JCB, Amex, Discover, dsb. Semua mesin ATM berlogo seperti itu bisa digunakan untuk menarik tunai di belahan negara mana saja. Jadi Anda tak perlu kuatir soal kebutuhan dana mendadak. Alasan orang menarik tunai dari mesin ATM bisa bermacam-macam. Seperti untuk membayar hutang kepada seseorang, membeli sesuatu di mana pembelian barang tersebut tidak memungkinkan menggunakan kartu kredit, dsb.

Perhitungan Bunga Tarik Tunai Kartu Kredit

Setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda soal besarnya biaya bunga penarikan tunai. Anda diharuskan  untuk menanyakannya lebih jelas kepada bank di mana Anda mengajukan kepemilikan kartu kredit. Kalau bisa pilihlah yang menetapkan bunga paling minim. Namun perubahan suku bunga ini sudah pasti mengacu pada perubahan situasi perekonomian negara dan ekonomi dunia secara menyeluruh. Rata-rata biaya bunga penarikan tunai kartu kredit berkisar dari 3,5% - 4%. Selalu di atas suku bunga ritel kartu kredit. Alasannya karena Anda dianggap menggunakan dana cash

Penggunaan dana cash dari kartu kredit selalu menjadi perhatian bank meski tidak secara terbuka mereka mengumumkannya. Produk bank sudah pasti uang bukan? Jadi mereka pasti memperhatikan produk mereka ini. Bank itu sangat pintar bahkan licik. Bank memiliki risiko lebih tinggi jika menggunakan dana cash seperti ini. Hal ini tak lepas dari prediksi bank akan adanya ancaman oleh pemegang kartu kredit itu sendiri atau ancaman mafia kartu kredit. Anda pasti tahu bahwa mafia kartu kredit selalu mengincar untuk mengambil atau memporotin uang kartu kredit. Mafia kartu kredit bahkan sangat menghindari membeli barang-barang dengan kartu kredit karena memang orientasinya adalah uang tunai. Beli barang nanti dijual juga harganya anjlok. Makanya muncul yang disebut dengan "gestun" atau gesek tunai. Nanti akan kita bahas step by step lebih lanjut. Namun di tangan mafia kartu kredit yang hebat semuanya bisa dimainkan dengan lihai. 

Selain itu bank juga berjaga-jaga mencegah adanya fluktuasi kurs pada saat menarik tunai. Maksud fluktuasi kurs ini seperti andaikata kita warga negara Inggris yang sedang melancong ke Indonesia. Lalu tiba-tiba butuh uang tunai dan menariknya dari mesin ATM BCA. Nah, ketika kita pulang kembali ke Inggris, bisa saja terjadi selisih kurs bukan? Perubahan ekonomi dunia berdampak pada kurs mata uang antar negara. Pada saat kita menarik tunai waktu masih berada di Indonesia katakanlah kurs Rupiah - Euro adalah Rp 12.500. Begitu sudah pulang Inggris tiba-tiba terjadi perubahan kurs di mana Rp vs EUR menjadi Rp 13.000. Tentu jika bank tidak memberikan suku bunga lebih tinggi mereka akan rugi, bukan? Jadi kurang lebih seperti itulah penjelasan sederhana upaya bank untuk menghindari kemungkinan adanya selisih kurs terhadap penggunaan kartu kredit untuk menarik tunai.

Meski memang kita tinggal di Indonesia, mengajukan kartu kredit bank lokal dan menarik tunai di mesin ATM yang berlokasi di Indonesia, tetapi secara sistem bank mengasumsikan bahwa penarikan tunai terjadi di luar negeri. Alasannya jika berada di dalam negeri mengapa harus menggunakan kartu kredit? Bukannya sudah ada kartu ATM bank lokal? Kurang lebih seperti itu. Karena sistem perbankan dalam bisnis kartu kredit memang mengacu pada fungsi awal diciptakannya kartu kredit itu. Di mana kartu kredit didesain untuk pelancong yang sering jalan-jalan ke luar negeri. Hanya saja karena penggunaannya yang semakin meluas akhirnya kartu kredit tumbuh sedemikian rupa dan bisa dimiliki siapa saja. Sampai di sini kami harap Anda cukup mengerti. Otomatis setiap kali Anda menarik tunai, maka suku bunga mengacu pada pola sistem seperti ini. Mau tarik tunai di luar negeri, di dalam negeri, tetap saja sama perhitungannya.

Jadi kalau Anda menarik tunai kartu kredit dari mesin ATM BCA sebesar Rp 1.000.000 (kita kesampingkan dulu biaya tarik tunai) maka di bulan depan akan datang tagihan sebesar Rp 1.000.000. Anda bayar full maka Anda tidak akan dikenakan biaya bunga tarik tunai seperti ini. Namun jika Anda menyicil sebagian dan katakanlah hanya membayar Rp 500.000, maka bulan depan biaya bunga tarik tunai ini akan diberlakukan atas saldo hutang tertunggak sebesar Rp 500.000. Jika bunga tarik tunai adalah 4% maka Anda bisa dikenakan Rp 20.000 (Rp 500.000 x 4%). Dan kalau bank itu curang menghitungnya dari jumlah penarikan awal maka Anda dikenakan Rp 40.000 (Rp 1 juta x 4%). Harap tanyakan dengan baik bagaimana bank menghitung bunga penarikan tunai seperti ini.

Biaya-biaya bunga penarikan tunai seperti inilah yang menjadi salah satu sumber pemasukan bank. Bisa Anda bayangkan berapa banyak pemasukan bank mulai dari pemasukan lewat merchant yang menjadi sumber inti pemasukan, iuran tahunan, biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit, biaya bunga ritel dan biaya bunga tarik tunai. Dari semua penjuru seorang konsumen kartu kredit dikepung. Kita bagaikan berjalan di kegelapan malam di pematang sawah di mana kanan kiri terdapat kotoran kerbau yang tadi sore berkubang di sana. Salah melangkah maka tai kerbaulah yang terinjak oleh kaki kita. Yang lalailah yang menjadi korban. Apa gak kaya tuh bankir? Makanya mereka bisa suap semua jajaran penegak hukum mulai dari polisi sebagai penyelidik dan penyidik tingkat pertama, jaksa sebagai penuntut dan terakhir hakim. Disogok per jalur dan jika ketiga jalur utama tersebut gagal, maka bankir akan menyuap mahkamah agung (MA) untuk proses PK, Kasasi, dsb. Masih lolos juga akan menempuh jalur politis di dewan (DPR), dst. Wong uangnya bertumpuk-tumpuk dan para politisi matanya jelalatan begitu lihat uang.

Kesimpulannya: biaya bunga penarikan tunai tidak dialami semua pemegang atau pemilik kartu kredit. Hanya berlaku buat mereka yang  menggunakan kartu kredit untuk menarik uang dari mesin ATM dan tidak membayar full pada saat jatuh tempo. Jika Anda jarang menarik tunai maka acuhkan saja biaya satu ini. Kalaupun Anda menarik tunai lalu membayar full pada saat jatuh tempo, maka acuhkan juga biaya ini. Santai saja. Seperti bunyi iklan asuransi mobil, "Don't worry, be happy!"

Sponsored links Biaya Bunga Tarik Tunai:
   

Biaya Bunga Ritel Kartu Kredit

Biaya bunga ritel kartu kredit.
Biaya kartu kredit yang ketiga yang harus Anda ketahui adalah biaya bunga ritel. Biaya ini juga tidak terjadi atau tidak dialami setiap pemilik atau pemegang kartu kredit. Biaya ini hanya terjadi bagi mereka yang tidak membayar full total tagihan kartu kredit mereka. Jika Anda membayar full total tagihan yang datang, maka acuhkan saja biaya bunga ritel ini. Apa itu biaya bunga ritel kartu kredit? Bagaimana prosesnya dan berapa biayanya? Berikut ini kami jelaskan untuk Anda.

Biaya Bunga Ritel Bisnis Kartu Kredit

Produk kartu kredit termasuk segmen kredit konsumtif dan terkategorikan kepada produk ritel. Produk perbankan bisa terdiri dari produk produktif dan konsumtif atau kategori ritel dan korporasi. Ritel adalah sebuah istilah yang berhubungan dengan kebiasaan atau aktifitas sehari-hari yang lazim dilakukan orang banyak. Jadi lebih kepada masalah kuantitas dan sifatnya rutinitas untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Makanya bisnis-bisnis ritel sering identik dengan supermarket, toko busana, restoran, hotel, dsb. Karena memang setiap hari orang-orang selalu makan, membeli kebutuhan hidup, membeli baju, dsb. Bisnis mobil atau alat berat bukan ritel karena sekali dibeli bisa dipergunakan puluhan tahun. Dengan demikian istilah biaya bunga ritel kartu kredit adalah sebuah biaya bunga yang berpatokan pada penggunaan kartu kredit untuk kehidupan sehari-hari yakni berbelanja. Jika Anda menarik uang tunai dari mesin ATM menggunakan kartu kredit, otomatis bunganya bukan lagi bunga ritel tetapi bunga penarikan tunai yang akan kita bahas berikutnya.

Anda pasti sudah tahu bahwa pada saat kita menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, otomatis bank membayar dulu dengan uang mereka. Istilahnya bank meminjamkan uang mereka kepada kita. Bulan depan bank baru menagih total pemakaian seperti nilai belanja kita. Nah, jika Anda membayar tidak full alias menyicil seperti kredit pembiayaan, otomatis sisa saldo hutang Anda akan dikenakan biaya bunga yang disebut "biaya bunga ritel kartu kredit". Tidak dikenakan secara langsung melainkan bulan berikutnya lagi. Dan biaya bunga ritel ini akan tercantum secara otomatis di tagihan bulan berikutnya.

Contoh misalnya: bulan Januari Anda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja baju, kosmetik, beli tiket pesawat, makan-makan, dsb. dengan total belanja Rp 10 juta. Otomatis di bulan Februari tagihan kartu kredit akan datang senilai Rp 10 juta. Jika Anda membayar full Rp 10 juta, semuanya menjadi beres. Namun jika Anda hanya membayar sebagian katakanlah Rp 5 juta, maka sisanya Rp 5 juta di bulan Maret akan dikenakan biaya bunga ritel ini. Paham? Katakanlah Anda tidak berbelanja lagi dengan kartu kredit selama bulan Februari karena merasa masih ada hutang, otomatis penagihan di bulan Maret akan datang Rp 5 juga plus biaya bunga ritel ini. Kalau biaya bunga ritel 3% maka Anda ditagih Rp 5.150.000. Seratus lima puluh ribu rupiah adalah bunga 3%-nya. Tentu biaya keterlambatan tidak ada karena Anda bayar tepat waktu dan membayar sesuai ketentuan yakni di atas minimum 10% pada bulan kemarin.

Besarnya biaya bunga ritel setiap bank sebagai penerbit kartu berbeda-beda. Namun rata-rata biaya bunga ritel kartu kredit di Indonesia berkisar dari 2,25% - 4%. Tentu ini besar sekali karena jika dihitung per tahun bisa mencapai 40% lebih. Makanya tak heran ada orang yang mengatakan bahwa kartu kredit bunganya tinggi sehingga menolak menggunakan kartu kredit. Jawaban kami memang bunga kartu kredit sangat tinggi. Tetapi yang tidak dicermati oleh orang-orang tersebut adalah bahwa biaya bunga ini tidak terjadi jika kita membayar full tagihan. Selama kita membayar full tagihan kita tidak dikenakan biaya apapun sama sekali terkecuali mungkin biaya materai (khusus Indonesia). Jadi yang menjadi persoalannya adalah gunakanlah kartu kredit dengan bijak dan pahami benar produk kartu kredit seperti apa dan bagaimana sistemnya bekerja.

Besarnya biaya bunga ritel ini selalu berfluktuasi tergantung pada kondisi perekonomian sebuah negara dan juga pengaruh perekonomian negara lain termasuk penetapan suku bunga dari The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Karena bunga ritel berbeda-beda, saran kami bagi Anda yang suka menyicil dan tidak pernah membayar full ada baiknya memilih produk kartu kredit yang suku bunga ritelnya paling kecil. Ada banyak pilihan produk kartu kredit di pasar, Anda bebas memilih dan jangan terpancing atau terpengaruh janji-janji promosi marketing. Sementara bagi yang selalu membayar full, cuekin saja karena semuanya sama.

Awas! Jangan terjebak pada pola perhitungan biaya bunga ritel yang tidak jelas. Anda wajib bertanya dengan jelas kepada bank sebelum memutuskan akan menggunakan kartu kredit bank A atau bank B. Jangan mau jadi orang bodoh karena bagaimana pun juga biaya bunga ritel ini adalah salah satu biaya kapitalis yang bisa menjerat kita dan mengkayakan bankir beserta anak cucu cicitnya. Ada bank yang menghitung dari total belanja, ada juga bank yang menghitung dari saldo terhutang. Kalau dalam contoh di atas itu artinya bank menghitung dari saldo terhutang. Sementara jika dihitung dari total belanja maka Anda harus membayar Rp 5.300.000. Makin berat karena bunganya 3% dihitung dari nilai belanja padahal mestinya dari saldo terhutang. 

Kesimpulannya: biaya bunga ritel tidak dialami semua pemilik atau pemegang kartu kredit. Meski demikian biaya ini menjadi salah satu sumber pemasukan bank yang sangat menggiurkan. Tak heran bank sebisanya menyuruh kita untuk menyicil pembayaran. Jika Anda menyicil maka Anda masuk perangkap mereka. Makin lama kita cicil makin gemuk perut-perut mereka. Tak heran pemilik bank menjadi konglomerat sementara kita menjadi konglomelarat. Saran kami kalau mau menyicil maka pilihlah program-program yang mengenakan bunga 0%. Persaingan bisnis kartu kredit selalu memungkinkan perlombaan seperti ini terjadi. Pintar-pintar sebagai konsumen.

Sponsored links Biaya Bunga Belanja Ritel:
 

Biaya Terlambat Bayar Kartu Kredit

Biaya late charge kartu kredit.
Selain biaya iuran tahunan, kartu kredit juga memiliki biaya lain yang disebut dengan biaya keterlambatan pembayaran (late charge). Apa maksudnya? Maksudnya adalah biaya-biaya yang dikenakan kepada pemilik atau pemegang kartu jika terlambat membayar tagihannya yang sudah jatuh tempo. Jika sebuah tagihan kartu kredit datang tanggal 15 lalu jatuh temponya tanggal 20, maka jika si pemilik kartu membayar tagihan di atas tanggal 20 akan dikenakan biaya keterlambatan seperti ini. Sebaliknya jika pemilik kartu membayar sebelum tanggal 20 maka tidak akan dikenakan biaya seperti ini. Biaya keterlambatan ini tentu akan dikenakan pada penagihan bulan berikutnya.

Biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit tidak dialami semua pemilik kartu. Bahkan tidak didesain untuk dikenakan kepada semua nasabah. Jadi jangan perlu kuatir akan biaya keterlambatan seperti ini. Biaya late charge ini hanya dikenakan kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias orang yang menggampangkan masalah. Atas keteledoran mereka maka bank baru memberikan sanksi seperti ini. Habis diberikan pinjaman tidak bertanggungjawab melunasi sesuai janji. Ada pinaltinya. Kurang lebih seperti itu.

Selain itu, perlu Anda ingat bahwa biaya late charge juga dikenakan jika Anda tidak membayar sesuai dengan minimum payment yang ada. Jadi bukan saja masalah waktu tetapi juga masalah pelunasan sesuai dengan ketentuan. Contoh misalnya tagihan kartu kredit Anda datang sebesar Rp 10 juta. Otomatis sesuai dengan aturan bisnis kartu kredit (BI) maka minimum cicilan yang wajib Anda lunasi adalah 10% (Rp 1 juta). Nah, katakanlah Anda belum punya uang Rp 1 juta dan hanya Anda lunasi Rp 500.000. Tidak ada masalah sih. Hanya saja di bulan depan penagihan kartu kredit akan dikenakan biaya keterlambatan seperti ini. Anda dianggap juga telat membayar sebesar Rp 500.000 yang ada. Semoga paham ya? Jadi ada dua hal yang harus dimengerti mengenai biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit, yakni: masalah waktu dan masalah jumlah. Namun jika Anda mengerti jelas produk kartu kredit dan bijak dalam penggunaannya, cuek saja karena biaya ini tidak berlaku untuk semua orang. Hanya terjadi pada orang-orang yang tidak serius dan tidak tepat janji. Yang suka ngaret!

Besarnya Biaya Late Charge

Besarnya biaya keterlambatan tentu berbeda-beda untuk setiap bank penerbit kartu kredit. Kadang jenis kartu kredit yang kita pergunakan juga menentukan besarnya biaya keterlambatan seperti ini. Namun rata-rata besarnya biaya late charge kurang lebih: Rp 25.000 - Rp 150.000. Biaya ini akan dikenakan setiap kali kita terlambat membayar dan setiap kali membayar tidak full sesuai tagihan. Jadi kalau Anda tipe orang yang suka ngaret, ke kantor telat, kerjaan numpuk, santai-santai saja, bayar tagihan telat, ya itulah risiko yang akan Anda terima. Tiap bulan Anda akan dikenakan biaya keterlambatan seperti ini.

Bank memang tidak menggantungkan hidupnya dari biaya keterlambatan seperti ini. Namun jika kita perhatikan baik-baik, jebakan biaya late charge ini menjadi salah satu sumber pemasukan bank. Memang nilainya kecil dan dihitung hanya sebulan sekali. Tetapi coba andaikan dalam sebulan ada 100 ribu nasabah yang telat membayar kartu kredit karena berbagai kendala atau katakanlah ada 100 ribu orang yang memang kerjanya ngaret. Wow! Besar sekali bukan penghasilan bank dari biaya keterlambatan ini? Taruhlah hanya Rp 30.000 per orang, dikalikan 100.000 maka sebulan bank penerbit kartu kredit kembali meraup keuntungan Rp 3 milyar. Patesan anak cucu konglomerat yang punya bank tertawa dan senyum terus. Begitu juga banyak politikus ngotot untuk memplot kadernya guna menduduki dan menguasai jabatan direksi Bank Indonesia, bank BUMN, LPS, dsb. Ini bicara uang Kawan!

Jadi marilah sebagai pemegang dan pemilik kartu kredit untuk lebih bertanggung jawab. Bayarlah tepat waktu dan bayarlah total full tagihan. Kalau tidak ada uang untuk membayar full total tagihan, minimal bayarlah full untuk minimum payment. Jika tidak demikian, kita akan terus memakmurkan bankir-bankir dan koleganya. Dan perlu untuk diingat juga mengenai masalah jaringan online transfer antar bank. Karena rata-rata kita membayar kartu kredit lewat mesin ATM atau transfer bank. 

Bank selalu ada jam operasionalnya termasuk jaringan transaksi lewat mesin ATM, mobile banking, dsb. Bahkan ada kasus-kasus tertentu dan ini jarang terjadi di mana bank bisa menghentikan operasionalnya dalam satu hari untuk pemeliharaan jaringan perbankan. Katanya sih pemeliharaan jaringan tetapi bisa saja ada kerusakan atau apalah namanya. Kami rasa Anda pasti pernah mengalaminya seperti BCA yang pernah offline satu hari termasuk seluruh kantor cabang mereka di Indonesia. Ini karena ada pemeliharaan sistem. Jadi pastikan jangan sampai tagihan kartu kredit Anda jatuh tempo pada tanggal 20 sementara tanggal 19 adalah hari minggu. Dengan demikian meski Anda membayar per tanggal 19 tetap saja ada kemungkinan terlambat karena uang baru diproses hari Senin. Otomatis Anda masih bisa dikenakan biaya keterlambatan seperti ini. Apalagi jika Anda menggunakan produk bank-bank (ATM) yang belum online secara langsung dengan bank yang menerbitkan kartu kredit. Jadi saran dari kami adalah sebisanya bayarlah tagihan kartu kredit minimal 2 hari sebelum jatuh tempo. Dengan demikian akan menghindari kita dari masalah jaringan transaksi ATM seperti ini.

Solusi lainnya dan ini memang agak merepotkan yakni membuka tabungan atau rekening di bank penerbit kartu dan memiliki kartu ATM-nya. Dengan demikian jika kita membayar kartu kredit dari ATM bank penerbit kartu itu sendiri sudah pasti langsung online per detik itu juga. Contoh jika Anda memiliki kartu kredit CIMB Niaga, maka bayarlah tagihan dengan kartu ATM CIMB Niaga yang Anda miliki di mesin ATM CIMB Niaga juga. Atau jika punya kartu kredit UOB Buana, bukalah tabungan di bank Buana dan miliki kartu ATM-nya. Bayarlah tagihan kartu kredit UOB Buana dengan kartu ATM UOB dan di mesin ATM UOB. Dengan demikian tidak akan pernah ada istilah terlambat bayar lalu dikenakan biaya keterlambatan seperti ini. Meski saja jatuh tempo tanggal 20 dan saat itu sudah tanggal 20, tetap saja dalam hitungan per detik uang sudah masuk. Karena sesama produk dari bank yang sama otomatis akan online langsung. 

Di lain pihak, bank penerbit kartu juga senang jika Anda memiliki tabungan di tempat mereka. Kalau aada apa-apa bank tinggal memotong nilai tabungan Anda. Bahkan salah satu faktor persetujuan kartu kredit juga mempertimbangkan ada tidaknya si aplikan memiliki rekening tabungan di bank di mana dia mengajukan aplikasi kartu kredit. Kalau Anda mengajukan permohonan kartu kredit, bank tinggal melihat saldo dan akumulasi transaksi tabungan yang ada. Jika oke apalagi saldonya besar, otomatis akan lebih gampang disetujui permohonan kartu kredit Anda. Di sinilah kadang mafia kartu kredit yang pintar bermain dan mengambil celah. 

Citibank adalah salah satu bank yang cukup proaktif atas kendala-kendala seperti ini. Karena itu Citibank menjalin kerjasama dengan BCA di mana untuk setiap nasabah kartu kredit Citibank yang memiliki kartu ATM BCA, otomatis pembayaran tagihan kartu kredit Citibank lewat ATM BCA akan online pada hari itu juga. Citibank tahu bahwa tidak mungkin semua nasabah akan memiliki tabungan di Citibank. Hal ini jelas karena kantor cabang Citibank yang sedikit dan segmen pasar mereka menengah ke atas. Jadi jika Anda memiliki kartu  kredit Citibank lalu tagihan jatuh tempo tanggal 20, maka per tanggal 20 itu juga Anda bayar lewat ATM BCA dengan kartu ATM BCA, maka Anda tidak akan dikenakan biaya keterlambatan. Dan pembayaran Anda otomatis langsung menambah di saldo kartu kredit Anda. Sungguh pelayanan yang luar biasa dan sebuah terobosan bisnis yang jeli.

Kesimpulannya: biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit tidak dialami semua pemilik atau pemegang kartu kredit! Jangan biarkan orang bank semakin kaya raya hanya dengan telat membayar kartu kredit. Cukuplah sudah mereka menikmati jatah mereka dari pemilik toko. Kalau Anda ingin terus mengkayakan mereka dan anak cucuk mereka, ya Anda termasuk orang baik. Semoga masuk surga!

Sponsored links Biaya Telat Bayar Kartu Kredit:
 

Iuran Tahunan Kartu Kredit

Annual fee kartu kredit.
Setelah kita membicarakan tentang berbagai manfaat kartu kredit baik buat produsen maupun konsumen, sekarang kita akan membahas tentang biaya-biaya yang ada dalam produk kartu kredit. Ada beberapa biaya yang bisa dikenakan kepada kita sebagai pemegang kartu kredit jika kita tidak mawas diri. Dan sepertinya biaya-biaya seperti ini perlu untuk disimak dan diketahui dengan jelas. 

Pada prinsipnya penggunaan kartu kredit tidak akan dikenakan biaya apapun karena bank mengambil untung dari pihak produsen (toko atau merchant). Inilah sumber keuntungan utama dari bisnis kartu kredit. Bank tidak mengincar pemegang kartu tetapi pemilik usaha. Karena memang inilah bisnis mereka. Bank yang hebat adalah bank yang akan terus mendorong transaksi kartu kredit sedemikian rupa. Makin banyak masyarakat menggesek kartu kredit mereka, makin besar nilai transaksi yang ada. Makin besar nilai transaksi, makin besar keuntungan bank sebagai penerbit kartu kredit. Jadi katakanlah bank hanya mengambil 1% dari total perbelanjaan semua pemegang kartu, di mana setiap tahun ada lebih dari Rp 200 triliun total nilai transaksi kartu kredit. Tinggal Anda kalikan saja berapa keuntungan bank dari bisnis kartu kredit seperti ini. Sungguh luar biasa, bukan? Kami sudah memberikan sedikit ulasannya di pangsa pasar kartu kredit di Indonesia.

Perkiraan di atas hanya semata-mata berdasarkan penghasilan utama. Belum kita tambahkan dengan aneka biaya-biaya yang bisa dikenakan kepada pemegang kartu karena kecerobohan, kecuekan dan ketidakpahaman pemilik kartu kredit itu sendiri. Otomatis keuntungan bank bisa naik puluhan bahkan ribuan kali lipat. Kalau kita mengerti produk kartu kredit dengan benar, dan bisa memanfaatkannya dengan bijak dan baik, maka kartu kredit justru memberikan manfaat jauh lebih besar dari potensi dikenakannya biaya-biaya yang ada. Jadi tak perlu kuatir soal biaya-biaya kartu kredit yang akan kita bicarakan di bawah ini.

Iuran Tahunan Kartu Kredit

Biaya pertama yang akan dikenakan kepada pemilik kartu kredit adalah biaya iuran tahunan. Ada yang mengatakan bahwa iuran tahunan kartu kredit mahal sehingga tidak pernah mau menggunakan kartu kredit. Ini cerita usang dan tindakan bodoh. Berapa sih biaya iuran tahunan kartu kredit dibandingkan semua kelebihan dan manfaat yang bisa diberikan dan bisa kita dapatkan dari sebuah kartu kredit? Saya rasa jauh lebih besar nilainya. Taruhlah mungkin terasa berat memiliki kartu kredit jenis platinum di mana iuran tahunannya bisa Rp 1 juta per tahun. Bukankah kita bisa memilih kartu kredit jenis gold atau silver dan meminta limit sesuai dengan kebutuhan kita? Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan pola belanja kita. Dengan iuran tahunan sebesar Rp 350.000 per tahun untuk kartu gold maka sehari paling kita hanya dikenakan biaya kurang lebih Rp 1.000. Murah sekali, bukan? Mungkin istilah yang lebih tepat bukan persoalan iuran tahunan yang tinggi melainkan bagaimana memilih bank yang kredibel dan profesional di  mana banyak program-program yang diberikan kepada pemegang kartu kredit. That's it!

Iuran tahunan (annual fee) kartu kredit rata-rata hampir dikenakan kepada semua pemegang kartu. Tetapi Anda tak perlu kuatir karena jika nilai transaksi Anda cukup besar maka di tahun-tahun yang akan datang bisa mengajukan program bebas iuran tahunan. Iuran tahunan adalah biaya yang akan dan wajib Anda bayar jika menggunakan kartu kredit. Biaya iuran tahunan setiap bank berbeda-beda termasuk setiap jenis kartu kredit yang Anda pergunakan. Namun secara umum iuran tahunan kartu kredit berkisar:
  • Kartu kredit silver : Rp 100.000 - Rp 200.000
  • Kartu kredit gold : Rp 300.000 - Rp 400.000
  • Kartu kredit platinum : Rp 750.000 - Rp 1.500.000
  • Dst..
Iuran tahunan akan ditagihkan kepada Anda di awal bulan sejak Anda menerima kartu kredit Anda untuk pertama kali. Selanjutnya akan ditagih di awal tahun berikutnya secara langsung dan akan diinformasikan lewat billing tagihan kartu kartu kredit. Jadi kesimpulannya adalah iuran tahunan adalah biaya yang dialami semua pemegang kartu kredit.

Kartu Kredit Bebas Iuran Tahunan?

Sekarang kami akan menjelaskan sedikit persoalan tentang kemungkinan untuk mendapatkan kartu kredit bebas iuran tahunan. Apakah memungkinkan? Jelas memungkinkan jika Anda mengetahui bagaimana cara atau sistem perbankan kartu kredit ini bekerja. Apakah ada kartu kredit yang bebas iuran tahunan seumur hidup? Untuk pasar Indonesia kalau dikatakan ada kartu kredit bebas iuran tahunan seumur hidup itu hanyalah omong kosong bualan orang marketing! Di luar negeri seperti Eropa atau Amerika memang ada kartu kredit yang bebas iuran tahunan. Tetapi Anda jangan samakan dengan negara tercinta ini. Di sana persaingan bisnis industri kartu kredit sudah sangat ketat dan karena adanya sistem jaminan sosial dan aturan pajak yang lebih baik dan profesional, maka sangat memungkinkan adanya kartu kredit bebas iuran tahunan. Namun tetap saja ada beberapa aturan main yang harus dimengerti oleh pemilik kartu. 

Lalu bagaimana? Kalau Anda menanyakan apakah mungkin ada kartu kredit di Indonesia atau setiap kartu kredit di Indonesia bisa mendapatkan iuran tahunan gratis? Ya! Sangat memungkinkan! Semua jenis kartu kredit yang beredar di Indonesia dari semua bank penerbit bisa kita siasati untuk mendapatkan iuran tahunan gratis bahkan gratis seumur hidup. Hanya saja ada syaratnya yakni: penggunaan kartu kredit rata-rata tiap bulan harus di atas 50% dari limit yang diberikan. Maksudnya?

Begini Kawan. Bank akan memprioritaskan nasabah yang menguntungkan mereka. Ini sudah tradisi bisnis dan cara kerja otak orang perbankan. Makanya ada pameo yang berkatan, "Bankir ibarat pengojek payung yang hanya memiliki sebuah payung. Jika belum hujan maka payung-payung akan selalu ditawarkan ke setiap orang yang lewat. Begitu hujan tiba, payung mereka gunakan sendiri." Artinya apa? Artinya jika posisi Anda sedang mantap dari sisi finansial, mereka akan terus mencari dan menghubungi Anda untuk diberikan pinjaman ini dan itu. Marketing mereka akan getol datang ke rumah atau ke kantor Anda, mencari Anda dengan berbagai alasan. Ada-ada saja cara mereka mendekati Anda. Tujuannya agar bisa ikut menikmati percikan gurihnya bisnis Anda. Tetapi jika bisnis Anda sedang lesu atau ada masalah, lalu Anda berniat meminta pinjaman sebagai modal untuk diputar maka Anda hubungi sampai tulatit tuh telepon tidak bakal direspon. Anda samperin ke kantor cabang maka oleh stafnya akan dikatakan bahwa kepala cabangnya "sedang tidak di tempat", "dinas ke luar kota", "meeting", "sakit", "baru saja keluar", dsb. Karena itulah Anda jangan punya pikiran bahwa bankir itu orang hebat, orang baik-baik, bagaikan dewa, dsb. Mereka sama seperti kita. 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa dalam bisnis kartu kredit, bank meraih untung dari pemilik toko. Jadi katakanlah jika sebuah bank memberikan kita limit kartu kredit sebesar Rp 10 juta, di mana tiap bulan kita berhasil berbelanja minimal Rp 5 juta (50%), ini artinya selama satu tahun kita berbelanja Rp 60 juta (Rp 5 juta x 12 bulan). Dengan berbelanja sebesar Rp 60 juta, berarti bank meraih untung Rp 600.000 (1% x Rp 60 juta). Dengan keuntungan Rp 600.000 ini bank rela untuk tidak menerima Rp 300.000 dari iuran tahunan Anda. Karena masih ada keuntungan Rp 300.000 per tahun. Sampai di sini paham? Jadi makin besar limit Anda, makin besar nilai belanja Anda maka makin mudah mendapatkan bebas iuran tahunan bahkan bisa digratiskan langsung secara otomatis oleh bank. Tak perlu lagi meminta atau menukar poin reward! Dengan demikian jika pola penggunaan kartu kredit Anda tidaklah di atas rata-rata 50% per bulan, sementara limit kartu kredit Anda juga kecil, maka tidak akan pernah mendapatkan program bebas iuran tahunan. Nah inilah caranya untuk bisa mendapatkan iuran tahunan gratis seumur hidup. Jadi bukan karena ada produk kartu kredit yang bebas iuran tahunan seumur hidup, melainkan syarat dan prosesnya.

Stop! Anda jangan pernah berpikir bahwa secara otomatis bebas iuran tahunan itu bisa Anda dapatkan jika berbelanja di atas 50% dari limit tiap bulan. Tidak demikian! Tiap awal tahun Anda tetap akan dikenakan biaya iuran tahunan ini. Tagihan iuran tahunan akan tercetak di billing statement. Lalu bagaimana cara mendapatkannya? Di sinilah yang diperlukan sebuah trik atau tips untuk menyiasati mereka. Anda hanya perlu menggertak bank. Caranya: Anda hubungi petugas bank dan katakan Anda keberatan untuk dikenakan iuran tahunan. Anda katakan jika dikenakan iuran tahunan maka lebih baik kartu kredit tersebut akan Anda tutup dan harus benar-benar Anda tutup. Jika tidak maka gertakan Anda akan dianggap gertakan sambal atau macan ompong. Jangan berbuat kekonyolan sekali gertak maka selamanya harus digertak bahkan untuk tahun-tahun berikutnya. Kalau gertakan pertama Anda bagaimana macam ompong maka di tahun berikutnya juga akan dicuekin.

Lalu apa yang akan terjadi? Petugas bank tentu akan segera merespon Anda dengan teknik tersendiri untuk melacak berapa jumlah kartu kredit yang Anda miliki, berapa limit kartu kredit Anda paling tinggi, berapa nilai belanja Anda, apakah Anda pernah menunggak, apakah pembayaran Anda lancar, berapa biaya siluman yang pernah mereka makan dari Anda, dsb. Hal-hal seperti inilah yang tidak pernah dibuka kepada kita masyarakat umum bahkan marketing mereka pun tidak wajib ditraining untuk memberitahukan hal-hal seperti ini. Prinsipnya: bagaimana mungkin kita menguntungkan mereka, mereka masih mengenakan iuran tahunan kepada kita? Ini tidak fair dan harus kita gertak! Jangan mau terus jadi orang bodoh yang menggemukkan bankir bersama anak cucu mereka dan jajaran birokrat yang bekerja sama "mematikan" kita sebagai rakyat.

Biasanya secara sistem bank tersebut akan melihat apakah Anda memiliki kartu kredit kompetitor mereka atau tidak. Jika ada maka Anda akan diloloskan untuk iuran tahunan seperti ini bahkan untuk tahun-tahun berikutnya (seumur hidup). Tetapi jika kartu kredit Anda hanya satu lalu Anda menggertak bank, bank akan menggertak Anda kembali dan oke-oke saja kartu kredit tersebut ditutup. Karena mereka tahu Anda tidak punya pilihan lain. Jadi pastikan Anda minimal memiliki 2 kartu kredit lain sebelum menggertak mereka.

Itulah cara atau teknik untuk mendapatkan kartu kredit gratis iuran tahunan seumur hidup. Bank tentu lebih baik merelakan keuntungannya yang Rp 600.000 menjadi Rp 300.000 per tahun, daripada hanya karena masalah iuran tahunan lalu mereka kehilangan Rp 300.000. Apalagi jika pola penggunaan kartu kredit Anda masih mendatangkan pemasukan dari berbagai biaya-biaya lainnya, tentu mereka berani merelakan bebas iuran tahunan seperti ini. "Lepas satu tetapi masih bisa makan banyak." Jadi intinya selama Anda masih menguntungkan bank maka selama itu mereka akan memenuhi semua permintaan Anda dan memperlakukan Anda layaknya seorang raja.

Syarat mendapatkan iuran tahunan gratis:
  • Belanja minimal rata-rata per bulan di atas 50% dari limit.
  • Pembayaran tagihan selama ini terkategorikan baik.
  • Punya kartu kredit dari bank kompetitor.
  • Menguntungkan bank dari pola penggunaan kartu kredit Anda.
Di masa akan datang ada kemungkinan program bebas iuran tahunan akan diberlakukan secara menyeluruh pada produk kartu kredit itu secara langsung sama seperti negara-negara maju tanpa harus melihat beberapa syarat yang telah kami jelaskan di atas. Persaingan industri kartu kredit akan mengarah ke sana. Jadi tak perlu lagi kita menggertak bank sedemikian rupa. Sekarang Anda menarik kesimpulan sendiri apakah setiap pemegang kartu mengalami biaya iuran tahunan atau tidak?

Sponsored links Iuran Tahunan Kartu Kredit:
 

Kartu Kredit Sebagai Modal Usaha

Kartu kredit bisa dijadikan alternatif modal usaha.
Manfaat kartu kredit terakhir yang kami ceritakan, yang bisa dinikmati oleh Anda sebagai seorang konsumen atau pemegang kartu kredit adalah kartu kredit sebagai modal usaha. Kartu kredit di tangan orang-orang yang kreatif dan berjiwa bisnis bisa menjadi modal usaha. Mungkin sebagian orang belum mengetahui trik seperti ini. Nanti akan kita bahas secara khusus mengenai "kartu kredit sebagai modal usaha". Teruslah menyimak semua isi weblog "mafia kartu kredit" ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan adanya beberapa lembar kartu kredit berlimit tertentu, ini sama saja kita memiliki modal tertentu. Nah tinggal disiasati dengan baik bagaimana menggunakan modal seperti ini.

Apakah Anda pernah mendengar ada pengusaha yang sukses berkat kartu kredit? Ada banyak sekali pebisnis yang menggunakan kartu kredit sebagai modal usaha. Anda pun bisa melakukannya. Apakah Anda pernah mengikuti seminar tentang penggunaan kartu kredit sebagai modal usaha? Tahukah Anda bagaimana cara, tips & triknya? Kami akan menjelaskannya panjang lebar buat Anda pada pembahasan berikutnya secara khusus.

Intinya: jika Anda memiliki sejumlah kartu kredit, ini sama artinya Anda memiliki modal. Nah, karena tagihan kartu kredit bisa disetting dengan jarak waktu tertentu, otomatis penggunaan kartu kredit A, bisa ditutup dengan menarik dana kartu kredit B, kartu kredit B bisa ditutup lagi dengan kartu kredit C, dst.. Tentu ada beberapa syarat dan kecerdikan yang harus Anda pahami. Sebab jika tidak Anda tetap akan terjebak kartu kredit macet dan ditagih-tagih debt collector.

Sponsored links Kartu Kredit Sebagai Modal Usaha:
 

Tidak Perlu Tip Menggunakan Kartu Kredit

Zhang Ziyi si bintang iklan kartu kredit.
Hari sudah malam. Alunan musik pengiring makan malam baru saja dilantunkan. Seorang gadis cantik melangkah masuk, mengambil tempat duduk di tengah lalu sambil mengorder makanan. Pelayan datang melayani si gadis cantik ini. Setelah menerima orderan, kepala koki memasak pesanan gadis tersebut dengan penuh ketelitian. Setelah dicoba dan rasanya mantap maka makanan tersebut pun dihidangkan. Tapi siapa sangka, masakan yang dikatakan "sempurna" oleh kepala koki justru dianggap makanan terburuk yang pernah ada. Terlalu asin!

Kepala koki merasa terhina. Dirinya tidak terima lalu berjalan keluar bersama stafnya. Makanan pun ditarik kembali seraya memerintahkan stafnya untuk memberikan pelajaran kepada si gadis atas kelancangan dan penghinaan yang diberikan. Duel dahsyat pun tak terelakkan. Dengan salto dan jurus kungfu yang hebat si gadis melawan sampai seisi restoran hancur berantakan. Ketika perkelahian dimenangkan oleh si gadis, pemilik restoran tidak terima dan ingin mengenakan semua biaya kerusakan yang ada. Tanpa merasa kaget sedikit pun si gadis langsung melayangkan selembar kartu kredit untuk mengganti semua biaya yang ada. Dengan enteng si gadis cantik melenggok pergi sambil tersenyum.

"No charge for the soup," seru si pelayan sedikit ketakutan.

Kartu Kredit Tidak Mengenakan Tip

Itulah salah satu iklan promosi VISA di televisi yang ditayangkan di seluruh dunia. Nama gadis cantik tersebut sudah pasti Zhang Ziyi. Siapa yang tidak kenal dengan gadis ini? Gadis cantik yang juga menjadi pujaan kami. Seorang aktris berbakat dari industri film Hongkong yang sudah merambah ke film-film Hollywood. Anda bisa melihat cuplikan tayangan iklan kartu kredit oleh Zhang Ziyi versi Youtube di bawah ini.


Menggunakan kartu kredit bukan saja bebas, melainkan juga tidak akan dikenakan biaya tambahan seperti tip, uang pengamen, uang servis, dsb.. yang kadang menyebalkan atau merepotkan bagi konsumen dan kadang menjadi bumerang bagi pengusaha. Kita hanya perlu membayar apa yang perlu kita bayar. Jadi benarlah aksi si gadis yang melenggok pergi.

"No tip?" tanya si pelayan.

Kartu kredit memang tidak perlu memberikan tip! Tak ada biaya tambahan untuk semua pelayanan yang kita terima di mana pun dan kapan pun. Menarik bukan?

Sponsored links Kartu Kredit Tidak Membutuhkan Tip:
  

Kartu Kredit Untuk Belanja Online

Kartu kredit untuk belanja online.
Tahukah Anda bahwa untuk bisa bertransaksi online di era digital seperti saat ini kita diwajibkan memiliki sebuah rekening kartu kredit? Memang saat ini mulai banyak dikeluarkan solusi berbelanja online karena keterbatasan jumlah pemegang kartu kredit, meski demikian kartu kredit masih menjadi pilihan paling utama. Mungkin hanya di pasar Indonesia banyak warga negaranya yang belum memiliki kartu kredit. Tetapi di luar negeri sudah biasa warga negaranya berbelanja menggunakan kartu kredit. Anda tak perlu kuatir jika saat ini belum memiliki kartu kredit. Kartu kredit juga bukan sesuatu yang sulit dimiliki jika Anda tahu tip dan triknya. Kami akan menjelaskannya nanti di pembahasan berikutnya.

Kalaupun kita hendak berbelanja dengan Paypal, tetap saja manajemen Paypal mewajibkan kita untuk registrasi menggunakan akun kartu kredit kita. Kalau tidak memiliki kartu kredit mungkin solusinya menggunakan virtual kartu kredit. Namun selalu ada kendala jika registrasi menggunakan cara lain selain kartu kredit. Dengan kartu kredit kita bisa mendapatkan akun Paypal unlimited sehingga membuat kita lebih leluasa bertransaksi online. Verifikasi paypal dengan kartu kredit juga jauh lebih cepat dan 100% pasti di-approved.

Era Digital Di Depan Mata

Pernahkah Anda berpikir bagaimana berita-berita koran ditulis atau tayangan-tayangan televisi disiarkan? Untuk berita di luar berita nasional, maka kebanyakan berita koran adalah hasil terjemahan dari media online. Apalagi jika wartawan atau media massa tersebut adalah media massa abal-abal seperti beberapa koran di Jakarta. Semua beritanya adalah hasil copy paste dan terjemahan dari internet. Bahkan berita-berita hasil kloning "sotosop" pun dimuat tanpa berpikir panjang apakah akan meracuni pembaca yang notabene adalah orang-orang yang gaptek dan berpendidikan rendah. Sotosop adalah sebuah istilah kaskuser tentang hasil editing foto dengan program photoshop di mana foto tersebut adalah palsu dengan tujuan semata-mata untuk menghibur, mengagetkan, propaganda atau sekadar hoax (omong kosong online). Lalu apakah kita mau mengkonsumsi berita-berita tak bermutu seperti itu?

Saat ini semua orang akan lebih memilih untuk menjadi yang pertama online untuk mendapatkan berbagai berita, informasi, hiburan, termasuk dalam hal berbelanja. Buat apa membeli barang di bilangan Glodok atau Kaskus sementara dengan kartu kredit bisa kita beli dari produsennya secara langsung lewat Internet? Kita akan berhemat banyak karena sudah pasti tidak dikenakan biaya "keuntungan" buat si penjual. Bukankah ini sangat menarik? Ada banyak sekali penjual di bilangan Glodok, Mangga Dua, Marina, Ratu Plaza, Mal Ambasador, bahkan Kaskus dan toko online yang membeli produknya secara langsung lewat Internet menggunakan kartu kredit lalu menjualnya kembali kepada konsumen Indonesia. Dengan memiliki dan menggunakan kartu kredit, kita beli langsung ke produsennya di Amerika, Korea, Jepang atau China. Dengan demikian kita langsung mendapatkan harga terbaik dan kalau mau bisa dijual kembali.

Jika Anda ingin berbisnis sama seperti orang-orang yang kami sebutkan di atas, Anda pun bisa melakukannya dengan kartu kredit. Tinggal Anda cari produk yang sekiranya bakalan laris seperti di Ebay di mana harga jualnya lebih murah dari harga jual di Indonesia. Karena satu dua alasan beberapa produk kadang terdapat selisih harga yang cukup menggiurkan. Misalnya karena praktek bisnis dumping, perbedaan kurs, musim, dsb. Anda beli lalu Anda jual kembali. Keuntungan pun menjadi milik Anda. Luar biasa bukan?

Jadi jika tidak memiliki kartu kredit, hampir mustahil kita melakukan semua hal yang kami jelaskan di atas. Makin maju negara kita ke depan, makin besar potensi transaksi online dan semakin banyak peluang dan kesempatan bagi pemilik dan pengguna kartu kredit. Yang ada saat ini kebanyakan pemegang kartu hanya menganggap bahwa kartu kredit sekadar alat belanja makan minum di restoran. Bagi kalangan pebisnis yang berjiwa oportunistik maka kartu kredit bisa jadi senjata yang sangat hebat. Bagaimana menurut Anda?

Sponsored links Kartu Kredit Untuk Belanja Online:
 

Kartu Kredit Memiliki Benefit Tambahan

Salah satu program diskon kartu kredit.
Kartu kredit masih memiliki berbagai keunggulan lainnya yang tidak akan pernah kita temukan jika berbelanja dengan uang tunai atau kartu debit. Keunggulan-keunggulan kartu kredit ini bisa kita kategorikan sebagai "benefit tambahan". Beberapa di antaranya seperti promo program diskon makan minum di sejumlah restoran, program diskon menginap di hotel-hotel tertentu, program diskon belanja di supermarket atau hypermarket, pengiriman gratis buletin/majalah/newsletter bulanan yang berisi berbagai info dan ilmu pengetahuan, fasilitas cross border, global assistance, dsb. Pokoknya program-program promosi diskon seperti ini akan diadakan oleh bank sebagai card issuer secara periodik. Jadi bukankah menarik jika pas lagi makan tiba-tiba ada tawaran jika membayar dengan kartu kredit A akan dapat diskon 30%, dst. Ujung-ujungnya sangat hemat bukan? Jadi siapa bilang kartu kredit bikin boros?

Sedangkan pengertian cross border atau global assistance adalah pelayanan-pelayanan gratis kepada pemegang kartu di negara berbeda ketika pemegang kartu menghadapi kendala atau musibah. Pelayanan ini adalah gratis dan bisa meliputi jasa penerjemah, jasa taksi, jasa pengacara, dsb. Untuk jasa yang diberikan adalah gratis, tetapi biaya yang terjadi karena penggunaan jasa tersebut tetap  menjadi tanggungan pemilik kartu. Contoh layanan cross border misalnya suatu hari kita berangkat ke luar negeri katakanlah ke Australia. Sebelum berangkat kita memang sudah dijanjikan akan dijemput oleh teman atau saudara. Namun karena satu dua hal begitu tiba di bandara Australia, teman atau saudara tersebut tidak nongol-nongol juga. Kalau pas kebetulan ini terjadi di mana kita baru pertama kali datang ke Australia dan tidak bisa berbahasa Inggris, tentu panik bukan? Mau menginap di mana? Bagaimana berkomunikasi dengan orang di sana, dsb.

Jangan kuatir jika kita memiliki kartu kredit. Kita bisa gunakan fasilitas cross border (untuk kartu kredit tertentu) atau global assistance untuk jenis kartu kredit tertentu. Yang perlu kita lakukan adalah segera menghubungi card center bank di kota atau negara di mana kita sedang berada saat itu. Untuk contoh kita ini tentu adalah Australia. Jika tidak bisa berbahasa lokal, atau kebetulan tidak ada perwakilan bank di negara tersebut maka hubungi card center di Indonesia. Kemukakan kendala kita dan sedang berada di wilayah negara mana. Petugas card center Indonesia akan mengontak perwakilan mereka di Australia. Dan petugas bank akan menghampiri untuk melayani kita. Kalau kita ingin menginap di hotel tertentu, mencari alamat rumah teman atau saudara kita, mereka akan mengantar kita sampai ke tujuan. Jasa pelayanan ini adalah gratis tetapi biaya yang timbul seperti ongkos taksi ke rumah teman atau saudara kita menjadi tanggungan kita. Dan semua biaya ini bisa dibebankan ke kartu kredit kita seandainya kita tidak memiliki uang kontan saat itu.

Begitu juga jika kita tersandung masalah hukum di negeri orang. Cukup telepon card center terdekat atau ke Indonesia. Kemukakan masalah kita maka card center akan mencari dan menyediakan jasa pengacara untuk membantu kita. Jasa ini adalah gratis, tetapi jasa pengacara menjadi tanggungan pemegang kartu. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana sebuah kartu kredit begitu luar biasa dipergunakan lintas negara? Makanya tak heran ada pameo yang berkata bahwa kartu kredit Amex bisa menggantikan sebuah passport di Amerika. Wow! Yang perlu kita lakukan adalah memilih kartu kredit yang cocok buat kita. Jika suka makan-makan tak ada salahnya mendahulukan bank yang suka memberikan program seperti ini, atau jenis kartu kredit yang dirancang bank untuk tujuan ini. Pokoknya sesuaikan dengan kebutuhan dan aktifitas Anda sehari-hari. Pilihlan kartu kredit yang memiliki banyak keunggulan dan tawaran. Jika pintar mengatur siasat maka kartu kredit bisa menjadi sarana budgeting  yang cerdas dan kekuatan akses seluruh negara dengan luar biasa.

Sponsored links Benefit Tambahan Kartu Kredit:
 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review