Kartu Kredit American Express (AMEX)

Logo AMEX penerbit kartu kredit.
Kartu yang pernah mendapat peringkat sebagai kartu plastik paling powerful di dunia adalah American Express (AMEX). Bukan cuma produk kartunya saja, Amex juga termasuk 22 merek top dunia hasil survey majalah BusinessWeek dan InterBrand. Sedangkan majalah Fortune pernah menempatkan Amex sebagai 20 perusahaan paling dibanggakan di seluruh dunia. Luar biasa! Ini bukan trik marketing tetapi memang diakui semua nasabahnya.

Karena saking terkenalnya, bahkan konon kartu Amex bisa menggantikan sebuah passport ke mana pun pemegangnya berada di seluruh penjuru dunia. Bisa Anda bayangkan? Jadi kalau Anda kehilangan passport atau identitas lainnya di sebuah negara, tak perlu kuatir. Selama Anda bisa menunjukkan kartu Amex Anda yang masih berlaku, maka urusan Anda akan dibantu sampai selesai. Jaringan koneksi, staf dari Amex di negara tersebut atau negara paling dekat akan segera membantu Anda. Makanya tak heran ada begitu banyak orang-orang berduit atau pejabat yang memiliki kartu Amex ini. Dan sudah pasti untuk mendapatkannya bukan perkara mudah. Apalagi waktu dulu Amex hanya menerbitkan charge card. Inilah satu-satunya kartu plastik yang paling sulit dimiliki di masa lalu dan mungkin saat ini.

Seorang teman pernah menuturkan bahwa kartu kredit Citibank miliknya pernah ditolak otorisasinya di Singapura pada waktu berbelanja. Padahal waktu itu zaman keemasan bagi Citibank dan sedang top-topnya nama Citibank. Namun pengalaman menggunakan Amex sama sekali belum pernah ditolak otorisasinya bahkan sampai ke Eropa dan Amerika. Jadi bisa Anda bayangkan? Hal ini sebenarnya bisa dilacak karena pada waktu itu dan sampai sekarang Citibank mengeluarkan kartu kredit, sementara Amex mengeluarkan kartu charge. Jadi sudah pasti berbeda kelas nasabah kedua bank ini. Citibank meski mengeluarkan kartu kredit dan sangat terkenal namun masih merupakan kerjasama dengan perusahaan transaksi global yakni VISA dan MasterCard, sementara Amex adalah kartu yang diterbitkan oleh Bank American Express itu sendiri. Jadi boleh dikatakan bahwa bank yang benar-benar menerbitkan kartu plastik milik mereka sendiri adalah Bank American Express ini. Jadi Amex bukan hanya memiliki teknologi tetapi juga sumber daya keuangan yang besar. Untuk pasar lokal mungkin mirip dengan kartu kredit BCA (bukan VISA atau MasterCard) atau BCA Blue (charge card-nya BCA pada waktu dulu).

Persaingan bisnis kartu plastik bukan perkara mudah. Perusahaan VISA dan MasterCard tentu tidak tinggal diam melihat kedigdayaan American Express ini. Berbagai terobosan dan layanan dibuat agar bisa menyaingi Amex dan terbukti berhasil. American Express yang dulunya tidak mau terjun ke bisnis kartu kredit akhirnya ikut menerbitkan kartu kredit. Padahal dulu Amex hanya fokus di charge card dan orang-orang mengenal Amex ya karena charge card. Ketika melihat Amex juga masuk ke kartu kredit, VISA dan MasterCard kembali beraksi. Mereka melakukan gebrakan pasar sedemikian hebat sampai akhirnya American Express pun kandas di bisnis kartu plastik di Indonesia baik charge card atau kartu kredit. Kartu yang pernah sangat berjaya di dunia dan juga di Indonesia, saat ini tinggal menunggu waktu untuk kandas di tangan VISA dan MasterCard. Bukan cuma di Indonesia tetapi hampir di berbagai negara Amex harus angkat kaki. Mungkin hanya bertahan di negara asalnya saja yakni Amerika Serikat. Sebab kantor pusat Amex memang ada di New York.

Saat ini kartu American Express (AMEX) baik jenis charge card atau kartu kredit untuk pasar Indonesia sudah diambil alih oleh Bank Danamon. Jadi kalau Anda mendapatkan tawaran kartu Amex maka itu diterbitkan oleh Bank Danamon dan seharusnya Anda menghubungi Bank Danamon. Sesuai dengan permohonan Bank American Express itu sendiri maka per tanggal 24 Februari 2009 izin usaha kantor cabang American Expess di Indonesia sudah dicabut pemerintah melalui BI dengan Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 11/11/Kep.GBI/2009 tanggal 24 Februari 2009.

American Express harus mengakui kehebatan VISA dan MasterCard soal penetrasi pasar kartu plastik global, sebab jika saat ini Anda memiliki Amex belum tentu bisa seleluasa dibandingkan VISA atau MasterCard. Alasannya karena sedikit sekali merchant yang menerima kartu Amex ini. Makin hari makin sedikit karena bisnis kartu kredit itu sangatlah komplek. Ada tiga pihak yang harus berjalan seiring yakni nasabah, bank, dan merchant. Satu saja tidak seimbang maka akan kolaps sendiri. Tidak ada merchant sama saja bohong mengantongi kartu Amex. Apakah buat pajangan saja yang akan dikenakan iuran tahunan? Tentu tidak bukan? Apakah memajang kartu plastik di dompet bisa membuat perut kenyang atau disanjung orang? Akhirnya orang pun malas menggunakan kartu tersebut. Minimnya pengguna secara otomatis menurunkan minat merchant atau toko. Karena memang tidak ada manfaatnya buat pengusaha. Buat apa mesin EDC dipasang di toko atau restoran yang harus kena biaya maintenance sementara yang memakai jarang? Buat apa kebanggaan toko ditulisi besar-besar menerima kartu kredit A, B, C, dst.. atau card welcome, bla..bla..bla. Emangnya kebanggaan bisa menutup biasa sewa dan membayar gaji karyawan? Yang dibutuhkan pengusaha adalah omset dan keuntungan.

Kalau Anda pahami hal ini, Anda akan tahu mengapa Citibank ketar ketir ketika ditimpa musibah beruntun seperti kasus nasabah kartu kredit mereka yang tewas di tangan debt collector, kasus Inong Malinda Dee yang melarikan uang nasabah mereka, dsb.. Jika nasabah sudah tidak mau atau ramai-ramai membuang kartu kredit sebuah bank, maka sudah tidak seimbang struktur bisnis mereka. Otomatis merchant akan mengembalikan mesin EDC dan ujung-ujungnya seperti Amex ini. Kolaps sendiri di tengah persaingan bisnis kartu kredit. Apalagi keputusan BI menstop pencarian nasabah kartu kredit buat Citibank sekian tahun. Biaya terus dikeluarkan sementara keuntungan semakin menipis. Karena itu betapa Citibank harus bekerja keras dan mengeluarkan biaya besar untuk bisa tetap mempertahankan loyalitas dan merek di benak konsumen (brand awareness).

Zaman sudah berubah di mana manusia makin pintar dan makin cerdas. Saat ini arus informasi beredar sangat cepat dan luas di era Internet. Apa saja bisa ditulis orang lewat blog, forum, facebook atau mungkin lewat bbm (Blackberry Messenger) dan menyebar laksana kecepatan kilat. Satu berita akan cepat menyebar ke calon konsumen lainnya. Orang-orang menilai kita bukan lagi karena penampilan luar melainkan lebih kepada yang di dalam seperti cara berpikir, kecerdasan, perilaku sehari-hari dan tutur bahasa. Yang makan gengsi akhirnya harus menanggung malu seperti beberapa kasus isteri mantan pejabat, artis, pejabat yang masuk jeruji besi karena aksi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Akhirnya pepatah kuno Tiongkok benar adanya, 
"Kuda yang kuat bukan diukur dari seberapa cepat dia berlari,
melainkan seberapa jauh dia sanggup berlari."
Kartu plastik yang pernah diterbitkan oleh American Express Bank untuk pasar Indonesia adalah:
  • Kartu Kredit Amex
  • Kartu Kredit Amex Telkom
  • Kartu Amex Charge Card
  • Kartu Amex Charge Card Gold
Kartu kredit Amex adalah jenis kartu kredit sedangkan yang tidak menggunakan kata "kartu kredit" artinya jenis kartu charge. Sudah kami bahas perbedaan kedua jenis kartu ini sejak awal. Untuk kartu kredit Amex Telkom adalah kartu kredit co-branding mirip dengan Citibank Telkomsel atau HSBC Air Asia. Namun sepertinya kartu co-branding ini pun kandas di tengah jalan karena persaingan bisnis kartu kredit yang sungguh luar biasa.
Contoh kartu kredit Amex Gold. Harap diingat bahwa yang ini jenis kartu kredit. Sama seperti kartu kredit dari bank-bank lainnya yakni VISA atau MasterCard
Contoh kartu kredit Amex Telkom yang pernah diterbitkan untuk pasar Indonesia. Jenis kartu co-branding tak ada bedanya dengan Citibank Garuda Indonesia atau HSBC Air Asia. Sumber foto: kun.co.ro
Kalau yang ini bukan kartu  kredit tetapi charge card. Hanya saja jenis yang regular. Saat ini Amex Danamon juga menerbitkan kartu yang sama.

Kalau yang ini adalah kartu charge jenis Gold. Saat ini Danamon American Express juga menerbitkan kartu yang sama.

Saat ini kartu kredit Amex sudah berpindah ke tangan Bank Danamon. Dan dari informasi yang berhasil kami dapatkan dan kumpulkan, untuk kartu Amex Danamon ini, diterbitkan 3 jenis kartu yakni:
  • Kartu Kredit Amex Gold
  • Kartu Amex
  • Kartu Amex Gold
Kartu kredit Amex adalah kartu kredit tetapi hanya ada jenis gold, sedangkan kartu Amex adalah jenis charge card. Hanya saja charge card ini dibedakan lagi menjadi dua yakni yang regular dan gold. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai kartu Amex ini, silakan hubungi Bank Danamon atau melihat pembahasan tentang kartu kredit Bank Danamon. Alamat dan nomor telepon di bawah ini adalah alamat dan nomor telepon American Express Bank yang lama sebelum di-take over oleh Danamon. Namun demikian kemungkinan masih aktif karena websitenya masih tetap sama.

AMEX
American Express Card Services
Plaza Great River, Lantai 8
Jl. HR. Rasuna Said, Blok X-2, no. 1 - Jakarta
Telepon: 021 - 25549888, 021 - 34358882, Fax.: 021 - 57939068
Email: -
Website: http://www.americanexpress.co.id

Sponsored links American Express Credit Card:
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review