Drop Box Pembayaran Kartu Kredit

Datang ke cabang bank tertentu, ambil amplop, isi form, masukkan uang, dilem dan jatuhkan ke semacam kotak yang disediakan. Gampang bukan?
Pembayaran kartu kredit "drop box" adalah membayar tagihan kartu kredit dengan cara memasukkan uang ke dalam kotak khusus yang memang disediakan untuk hal itu. Kotak ini mirip semacam kotak surat PT Pos Giro yang pernah kita kenal. Hanya saja letak keberadaan drop box ini bukan di sembarang tempat apalagi perempatan jalan raya seperti milik PT Pos Giro. Bisa-bisa diangkut orang terutama mereka yang lagi bokek. 

Lokasi drop box biasanya hanya ada di cabang-cabang tertentu dari bank penerbit kartu itu sendiri. Jadi kalau kita mau membayar tagihan kartu kredit BCA lewat drop box maka hanya tersedia di bank BCA, tidak bisa di bank lain. Dan satu lagi: tidak semua cabang BCA yang bisa melayaninya. Kurang lebih seperti itu.

Cara Membayar Tagihan KK Lewat Drop Box

Prosedurnya sederhana dan gampang. Kita tinggal datang ke cabang bank penerbit kartu yang menyediakan fasilitas ini. Untuk mengetahui cabang bank tinggal hubungi layanan call center atau melihat informasi di belakang tagihan kartu kredit. Setelah sampai di cabang bank tujuan, tinggal mengambil amplop serta mengisi semacam form berisi informasi: besarnya pembayaran, nomor kartu, nama pemilik kartu, dsb. Tidak perlu dilayani oleh customer service melainkan bisa kita lakukan sendiri. Tak ubahnya seperti menyetor uang dengan mengambil dan mengisi form. Setelah diisi dan lengkap, tinggal kita jatuhkan ke sebuah kotak khusus untuk pembayaran tagihan kartu kredit. Besarnya jumlah pembayaran tergantung kita apakah minimum payment, full payment atau di antaranya. Selesai!

Nanti tiap sore orang bank yang akan mengambil dan menghitungnya. Lalu apa kelebihan dan kekurangan pembayaran kartu kredit lewat drop box ini? Kelebihannya biasanya langsung diproses di hari itu juga atau keesokan harinya. Boleh dibilang cukup tepat untuk menghindari biaya keterlambatan. Kekurangannya adalah kita yang mesti repot ke bank dan tidak semua cabang bank melayani jasa drop box seperti ini. Apalagi jika posisi rumah kita cukup jauh dan jalanan macet.

Saat ini pembayaran kartu kredit lewat drop box mungkin sudah tidak kita temui lagi. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena kemajuan teknologi. Selain itu lokasi ATM sudah sangat menjamur di mana-mana dan antar bank sudah saling terkoneksi. Padahal dulu cukup lumrah dan kalau tidak salah bank terakhir yang menyediakan fasilitas drop box ini adalah Bank HSBC dan ABN Amro. ABN Amro itu sendiri di Indonesia sudah angkat tangan dalam pertarungan bisnis kartu kredit. Hmm...kira-kira siapa berikutnya yang bakal menyusul hengkang dari ketatnya bisnis kartu kredit?
 

Pembayaran Kartu Kredit Lewat Kantor Pos

Tagihan kartu kredit juga bisa dilunasi lewat kantor pos giro terdekat.
Aternatif pembayaran kartu kredit berikutnya selain lewat teller bank nonpenerbit adalah melalui jasa kantor pos dan giro. Membayar lewat kantor pos mungkin lebih hemat karena biayanya tak lebih dari Rp 10.000 untuk sekali transaksi. Namun semua aturan dan kelebihan ini bisa berubah atau ditiadakan kapan saja sebab menyangkut kerjasama bisnis.

Salah satu alasannya adalah karena pamor kantor pos yang semakin terpuruk. Bank tidak pernah mau bekerjasama dengan perusahaan yang tidak bisa melayani konsumen dengan baik. Sejak era ponsel dimulai dan terlebih internet, pamor kantor pos semakin meredup. Di tahun 1990-an, komunikasi yang bisa kita lakukan hanya lewat surat. Tak ada sarana komunikasi lainnya yang lebih efektif dan efisien. Mau pakai sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) sudah pasti mahal dan tidak semua rumah punya telepon. Jadi paling berkirim-kirim surat apalagi surat cinta. Ayo ngaku siapa yang masih menyimpan surat cinta sang pujaan hati?

Setelah era ponsel dimulai, dengan mudahnya kita bisa bersms ria (short massage service). Memasuki era internet, kita cukup email-emailan saja. Tak perlu kuatir surat tidak sampai ke alamat tujuan, dibuka oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab, dsb. Sudah tak terdengar lagi cerita atau komplain yang namanya surat biasa, kilat, kilat khusus bahkan petir halilintar yang tidak sampai ke alamat tujuan. Dalam hitungan per sekian detik, sebuah email pasti sampai ke alamatnya. Gampang sekali bukan?

Tidak ada yang terlalu istimewa membayar kartu kredit lewat kantor pos. Bahkan boleh dibilang jarang digunakan nasabah apalagi di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar. Paling hanya biayanya saja yang lebih murah. Di kota kecamatan atau kabupaten di pelosok daerah, menemukan kantor pos mungkin lebih gampang daripada menemukan salah satu cabang bank atau mesin ATM. Jadi kalau rumah Anda jauh dari bank atau loket mesin ATM, tak ada salahnya menggunakan jasa kantor pos. Cuma maklumi saja jika pelayanan atau suasananya berbanding 180 derajat dari bank. 

Kantor pos giro itu dikelola pemerintah dan mana ada sih pelayanan pemerintah yang oke punya tanpa perlu dicambuk oleh yang namanya persaingan bisnis? Kerja atau tidak kerja kalau sudah jadi pegawai negeri (PNS) susah dipecat. Reward and punishment-nya tidak berjalan baik. Jalur birokrasinya panjang sekali hanya untuk memecat seorang pegawai negeri. Itupun kalau suratnya turun dan tidak hilang di tengah jalan. Mereka pikir gaji itu dari uang negara dan bukan uang konsumen. Makanya orientasi mentalitasnya jelek. Lihat saja berapa banyak BUMN yang merugi terus. Lain lagi dengan swasta karena mereka dididik bahwa yang menggaji bukan bos tetapi konsumen. Bisnis tanpa memperhatikan konsumen maka semua perusahaan akan tutup.

Sponsored links Pembayaran Tagihan Lewat Kantor Pos:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review