Mafia Kartu Kredit adalah website informasi produk perbankan, kartu kredit dan berita ekonomi lainnya. Dapatkan semua ilmu pengetahuan dan bermanfaat yang kami bagikan secara gratis.

Bentuk Fisik Kartu Kredit

Sebelum membahas lebih jauh, kita akan mempelajari tentang bentuk fisik dari kartu kredit itu sendiri. Kartu kredit seperti yang Anda ketahui memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda khusus yang membedakannya dengan kartu plastik lainnya. Ukuran kartu kredit memang persis sama dengan kartu debit atau kartu ATM yakni kurang lebih seukuran kartu telepon, voucher pulsa, KTP atau kartu nama. Sangat ringan untuk diselipkan di dompet dan cukup mudah untuk digenggam tangan, terkecuali untuk produk kartu kredit mini seperti VISA mini. Mengenai produk kartu kredit mini ini akan kita bahas lebih lanjut nanti.

Untuk menjelaskan bentuk fisik kartu kredit, saya akan mengambil pedoman dari Bank Indonesia sebagai regulator produk kartu kredit ini di pasar Indonesia. Anda juga bisa langsung merujuk ke situs Bank Indonesia untuk mempelajari mengenai sistem perbankan di negara kita ini. Anda bisa perhatikan bahwa ada beberapa hal yang melekat pada sebuah kartu kredit.

Ilustrasi Kartu Kredit Tampak Depan. Sumber: bi.go.id

Dari tampilan depan sebuah kartu kredit, maka dapat Anda pelajari adalah:
  • Logo Bank. Logo bank atau nama penerbit ini adalah nama bank/institusi penerbit kartu kredit. Kalau kartu kredit Anda diterbitkan oleh BCA maka muncul logo atau nama BCA. Begitu juga jika kartu kredit Anda terbitan Citibank, HSBC, ANZ, maka muncul logo atau nama bank-bank tersebut. Mudah dipahami menurut saya.
  • Nomor Kartu. Setiap kartu kredit memiliki nomornya yang unik dan berbeda. Untuk pasar Indonesia nomor kartu kredit berjumlah 16 digit yang terbagi dalam kelompok 4 dengan jarak yang direnggangkan. Tiap kartu kredit berbeda nomornya dan tidak ada yang sama. Empat digit awal menandakan jenis kartu dan bank penerbit yang berbeda. Jadi tidak pernah ada kartu kredit yang nomornya sama. Kalau Anda perhatikan dengan jeli, bentuk font nomor kartu kredit agak unik. Nanti akan kita bahas lebih detil. Nomor kartu kredit memiliki sistem perhitungannya tersendiri yang unik sehingga membuatnya berbeda antar tiap-tiap kartu.
  • Nama Pemilik. Kartu kredit akan tercetak nama pemiliknya. Jika nama Anda adalah Robert Tantular maka di dalam kartu kredit Anda akan tercetak Robert Tantular. Nama Anda yang tercetak bukannya nama orang lain.
  • Masa Berlaku Kartu. Kartu kredit diterbitkan memiliki masa berlakunya. Bisa 2 tahun, 3 tahun, atau bahkan 5 tahun. Rata-rata sih 3 tahun. Tergantung kebijakan masing-masing bank sebagai penerbit kartu. Dengan demikian jika masa berlaku habis, otomatis kartu tersebut tidak bisa dipergunakan lagi. Anda sebagai pemilik akan dikirimkan kartu kredit baru oleh bank yang nomornya persis sama kecuali alasan tertentu. Untuk melihat masa berlaku kartu bisa diketahui dari valid thru (berlaku sampai) dan valid from (berlaku sejak). Sedangkan member since artinya sudah berapa lama Anda memegang kartu tersebut sebagai nasabah. Biasanya dihitung dalam bilangan tahunan.
  • Logo Perusahaan Pembayaran Internasional. Biasanya disebut juga dengan nama jaringan pembayaran Internasional. Setiap kartu kredit yang Anda apply hanya akan mendapatkan satu nama jaringan pembayaran. Jika Anda apply VISA maka akan mendapatkan kartu kredit berlogo VISA. Jika Anda apply MasterCard maka akan mendapatkan kartu kredit MasterCard. Untuk pasar Indonesia bisa Anda lihat tampak ada 5 jaringan pembayaran yakni American Express, BCA Card, JCB, VISA, MasterCard. Sebelumnya ada Dinners, tetapi entah kenapa sekarang Dinners tidak dimasukkan lagi oleh BI. Mungkin Dinners sudah tidak beroperasi lagi di pasar Indonesia. Bisa jadi beberapa tahun ke depan American Express pun akan dihilangkan oleh Bank Indonesia. Anda tahu sendiri bahwa antara nama jaringan pembayaran ini saling bersaing untuk memenangkan pasar. Yang kalah akhirnya harus out dari pasar.
  • Chip. Chip adalah produk pengaman kartu yang baru. Saat ini untuk semua kartu kredit yang diterbitkan untuk pasar Indonesia sudah diwajibkan untuk memiliki chip guna pengamanan kartu. Penggunaan chip ini memang sebagai dampak dari ulah mafia kartu kredit beberapa waktu lalu yang berhasil membobol data nasabah kartu kredit di Indonesia. Jadi kartu kredit yang Anda miliki saat ini sudah pasti ditambahkan chip sama seperti chip kartu telepon selular.
Ilustrasi Kartu Kredit Tampak Belakang. Sumber: bi.go.id

Sedangkan dari tampilan belakang sebuah kartu kredit, maka yang perlu Anda perhatikan adalah:
  • Pita Magnetik. Pita magnetik ini sama seperti kartu ATM atau kartu debit. Kegunaannya adalah untuk merekam beberapa data penting nasabah seperti nomor PIN, nama nasabah, alamat nasabah, limit kartu, saldo tagihan, dsb. Sama persis seperti pita kaset zaman dulu atau lembaran harddisk komputer. Karena bersifat magnet maka terkadang bisa rusak dan hilang datanya jika Anda sering dekatkan kepada sumber magnet. Karena itu jika tiba-tiba kartu kredit Anda tidak bisa dipergunakan, bisa saja karena memang pita magnetik ini rusak karena satu dua hal. Anda tinggal menghubungi bank penerbit dan minta dibuatkan kartu pengganti. Data-data dalam pita magnetik inilah yang dicuri oleh para mafia kartu kredit sebelum ditambahkan teknologi chip beberapa waktu lalu. Padahal perlu Anda ketahui bahwa data-data di pita magnetik ini sudah menggunakan data barcode.
  • Panel Tanda Tangan. Panel warna putih adalah lembaran khusus untuk menampung tanda tangan pemilik kartu. Jika Anda sebagai pemiliknya maka tanda tangan Andalah yang akan dimunculkan di sana. Tentu Anda tanda tangani sendiri dengan pulpen.
  • Tiga Digit Pengaman Kartu. Di belakang kartu kredit selalu ada 3 digit angka sebagai pengaman kartu yang sering disebut CVV (Card Verification Value). Kartu kredit zaman dulu tidak ada kode ini. Kode ini ditambahkan sebagai pengaman kartu sama seperti chip. Hanya saja teknologi chip adalah teknologi terbaru. Penambahan digit CVV ini juga sebagai respon bank terhadap kejahatan mafia kartu kredit  yang ada. Tiga digit CVV ini tidak boleh ada orang lain yang tahu selain Anda sebagai pemilik kartu. Nanti akan kita bahas lebih detil.
  • Identitas Bank Penerbit Kartu. Nama dan alamat bank sebagai penerbit kartu juga akan tercetak di belakang kartu kredit. Jadi jika ada orang lain yang menemukan kartu kredit Anda, maka mereka bisa mengembalikannya kepada bank tersebut. Bisa juga keterangan bank ini hanya berupa kotak pos, situs web atau nomor telepon bank.
  • Logo Cirrus/PLUS. Logo ini untuk memudahkan Anda sebagai pemilik kartu mengenal mesin-mesin ATM untuk menarik uang tunai. Cirrus untuk MasterCard, sedangkan PLUS untuk VISA. Pada prinsipnya semua mesin ATM sudah mengakomodir kedua logo ini karena bank saling bekerjasama.
  • Hologram. Kartu kredit juga memiliki hologram yang biasanya untuk kartu kredit VISA, hologramnya muncul di belakang, sedangkan untuk kartu kredit MasterCard, hologramnya tampak di depan kartu.
Kurang lebih seperti itulah bentuk fisik kartu kredit yang akan Anda miliki jika mendapatkan sebuah kartu kredit.

Sponsored links Bentuk Fisik Kartu Kredit:
  

2 komentar:

Central mengatakan...

note. tidak semua kartu kredit di dunia menggunakan chip. masih banyak negara yg menggunakan pita magnetic.

Central mengatakan...

dulu istilahnya di gesek sekarang di colok.
untuk pemalsuan kartu sangat kecil jika menggunakan chip karena data semua diacak dari berangkat di mesin EDC sampai server dan sebaliknya dari server ke mesin EDC jadi bisa di pastikan si pemegang kartu sah yg bertransaksi walau kenyataanya juga sering di pinjamkan. hal ini hanya untuk memprotek cracker saja. sampai saat ini lom ditemukan alat pengganda chip. suatu hari pasti ada, spt jaman dulu scanner pita magnetic heheh.

waspada kepada pemilik kartu kredit dengan system flash/touch karena data tersebut sangat rawan bisa di baca melalui data wave.

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review