Biaya Bunga Tarik Tunai Kartu Kredit

Biaya bunga tarik tunai kartu kredit.
Biaya kartu kredit berikutnya yang patut Anda ketahui adalah biaya bunga tarik tunai. Pada prinsipnya sama seperti biaya bunga ritel kartu kredit. Hanya saja perbedaannya biasanya terletak kepada suku bunga yang ditetapkan serta proses perhitungannya. Suku bunga tarik tunai kartu kredit sudah pasti akan jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga ritel kartu kredit. Apa itu biaya bunga tarik tunai, bagaimana proses perhitungannya, siapa saja yang akan dikenakan biaya-biaya seperti ini? Berikut ini kami jelaskan kepada Anda.

Biaya Bunga Tarik Tunai

Anda sudah tahu pada awal sejarah kartu kredit diciptakan memang dengan tujuan untuk transaksi berbelanja. Misalnya dompet yang tertinggal atau karena satu dua alasan sehingga kita tidak memiliki uang di dompet. Namun dalam perkembangan berikutnya seiring dengan kemajuan zaman dan mobilitas penduduk, otomatis kartu kredit juga memberikan fasilitas tambahan yakni bisa berfungsi layaknya sebagai kartu ATM. Meski memang tabungan Anda tidak ada uang sama sekali, bank yang meminjamkannya terlebih dulu. Anda dipersilakan menarik uang sesuai dengan keinginan Anda selama memang masih ada saldo penarikan tunai (cash advance) di limit kartu kredit Anda. Kalau tidak ada limit yang tentu tidak bisa menarik tunai.

Penarikan tunai lewat kartu kredit bisa dilakukan di hampir semua mesin ATM di seluruh dunia, terutama yang memang memiliki logo-logo transaksi Internasional seperti ATM berlogo VISA, MasterCard, Cirrus, Maestro, JCB, Amex, Discover, dsb. Semua mesin ATM berlogo seperti itu bisa digunakan untuk menarik tunai di belahan negara mana saja. Jadi Anda tak perlu kuatir soal kebutuhan dana mendadak. Alasan orang menarik tunai dari mesin ATM bisa bermacam-macam. Seperti untuk membayar hutang kepada seseorang, membeli sesuatu di mana pembelian barang tersebut tidak memungkinkan menggunakan kartu kredit, dsb.

Perhitungan Bunga Tarik Tunai Kartu Kredit

Setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda soal besarnya biaya bunga penarikan tunai. Anda diharuskan  untuk menanyakannya lebih jelas kepada bank di mana Anda mengajukan kepemilikan kartu kredit. Kalau bisa pilihlah yang menetapkan bunga paling minim. Namun perubahan suku bunga ini sudah pasti mengacu pada perubahan situasi perekonomian negara dan ekonomi dunia secara menyeluruh. Rata-rata biaya bunga penarikan tunai kartu kredit berkisar dari 3,5% - 4%. Selalu di atas suku bunga ritel kartu kredit. Alasannya karena Anda dianggap menggunakan dana cash

Penggunaan dana cash dari kartu kredit selalu menjadi perhatian bank meski tidak secara terbuka mereka mengumumkannya. Produk bank sudah pasti uang bukan? Jadi mereka pasti memperhatikan produk mereka ini. Bank itu sangat pintar bahkan licik. Bank memiliki risiko lebih tinggi jika menggunakan dana cash seperti ini. Hal ini tak lepas dari prediksi bank akan adanya ancaman oleh pemegang kartu kredit itu sendiri atau ancaman mafia kartu kredit. Anda pasti tahu bahwa mafia kartu kredit selalu mengincar untuk mengambil atau memporotin uang kartu kredit. Mafia kartu kredit bahkan sangat menghindari membeli barang-barang dengan kartu kredit karena memang orientasinya adalah uang tunai. Beli barang nanti dijual juga harganya anjlok. Makanya muncul yang disebut dengan "gestun" atau gesek tunai. Nanti akan kita bahas step by step lebih lanjut. Namun di tangan mafia kartu kredit yang hebat semuanya bisa dimainkan dengan lihai. 

Selain itu bank juga berjaga-jaga mencegah adanya fluktuasi kurs pada saat menarik tunai. Maksud fluktuasi kurs ini seperti andaikata kita warga negara Inggris yang sedang melancong ke Indonesia. Lalu tiba-tiba butuh uang tunai dan menariknya dari mesin ATM BCA. Nah, ketika kita pulang kembali ke Inggris, bisa saja terjadi selisih kurs bukan? Perubahan ekonomi dunia berdampak pada kurs mata uang antar negara. Pada saat kita menarik tunai waktu masih berada di Indonesia katakanlah kurs Rupiah - Euro adalah Rp 12.500. Begitu sudah pulang Inggris tiba-tiba terjadi perubahan kurs di mana Rp vs EUR menjadi Rp 13.000. Tentu jika bank tidak memberikan suku bunga lebih tinggi mereka akan rugi, bukan? Jadi kurang lebih seperti itulah penjelasan sederhana upaya bank untuk menghindari kemungkinan adanya selisih kurs terhadap penggunaan kartu kredit untuk menarik tunai.

Meski memang kita tinggal di Indonesia, mengajukan kartu kredit bank lokal dan menarik tunai di mesin ATM yang berlokasi di Indonesia, tetapi secara sistem bank mengasumsikan bahwa penarikan tunai terjadi di luar negeri. Alasannya jika berada di dalam negeri mengapa harus menggunakan kartu kredit? Bukannya sudah ada kartu ATM bank lokal? Kurang lebih seperti itu. Karena sistem perbankan dalam bisnis kartu kredit memang mengacu pada fungsi awal diciptakannya kartu kredit itu. Di mana kartu kredit didesain untuk pelancong yang sering jalan-jalan ke luar negeri. Hanya saja karena penggunaannya yang semakin meluas akhirnya kartu kredit tumbuh sedemikian rupa dan bisa dimiliki siapa saja. Sampai di sini kami harap Anda cukup mengerti. Otomatis setiap kali Anda menarik tunai, maka suku bunga mengacu pada pola sistem seperti ini. Mau tarik tunai di luar negeri, di dalam negeri, tetap saja sama perhitungannya.

Jadi kalau Anda menarik tunai kartu kredit dari mesin ATM BCA sebesar Rp 1.000.000 (kita kesampingkan dulu biaya tarik tunai) maka di bulan depan akan datang tagihan sebesar Rp 1.000.000. Anda bayar full maka Anda tidak akan dikenakan biaya bunga tarik tunai seperti ini. Namun jika Anda menyicil sebagian dan katakanlah hanya membayar Rp 500.000, maka bulan depan biaya bunga tarik tunai ini akan diberlakukan atas saldo hutang tertunggak sebesar Rp 500.000. Jika bunga tarik tunai adalah 4% maka Anda bisa dikenakan Rp 20.000 (Rp 500.000 x 4%). Dan kalau bank itu curang menghitungnya dari jumlah penarikan awal maka Anda dikenakan Rp 40.000 (Rp 1 juta x 4%). Harap tanyakan dengan baik bagaimana bank menghitung bunga penarikan tunai seperti ini.

Biaya-biaya bunga penarikan tunai seperti inilah yang menjadi salah satu sumber pemasukan bank. Bisa Anda bayangkan berapa banyak pemasukan bank mulai dari pemasukan lewat merchant yang menjadi sumber inti pemasukan, iuran tahunan, biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit, biaya bunga ritel dan biaya bunga tarik tunai. Dari semua penjuru seorang konsumen kartu kredit dikepung. Kita bagaikan berjalan di kegelapan malam di pematang sawah di mana kanan kiri terdapat kotoran kerbau yang tadi sore berkubang di sana. Salah melangkah maka tai kerbaulah yang terinjak oleh kaki kita. Yang lalailah yang menjadi korban. Apa gak kaya tuh bankir? Makanya mereka bisa suap semua jajaran penegak hukum mulai dari polisi sebagai penyelidik dan penyidik tingkat pertama, jaksa sebagai penuntut dan terakhir hakim. Disogok per jalur dan jika ketiga jalur utama tersebut gagal, maka bankir akan menyuap mahkamah agung (MA) untuk proses PK, Kasasi, dsb. Masih lolos juga akan menempuh jalur politis di dewan (DPR), dst. Wong uangnya bertumpuk-tumpuk dan para politisi matanya jelalatan begitu lihat uang.

Kesimpulannya: biaya bunga penarikan tunai tidak dialami semua pemegang atau pemilik kartu kredit. Hanya berlaku buat mereka yang  menggunakan kartu kredit untuk menarik uang dari mesin ATM dan tidak membayar full pada saat jatuh tempo. Jika Anda jarang menarik tunai maka acuhkan saja biaya satu ini. Kalaupun Anda menarik tunai lalu membayar full pada saat jatuh tempo, maka acuhkan juga biaya ini. Santai saja. Seperti bunyi iklan asuransi mobil, "Don't worry, be happy!"

Sponsored links Biaya Bunga Tarik Tunai:
   

7 komentar:

M.S. Lubis. mengatakan...

Bermanfaat.
But, 1juta x 4% kok 200ribu?

Mafiakartukredit.Com mengatakan...

Koreksi sudah diperbaiki. Seharusnya 40.000. Terima kasih atas masukan dan koreksi M.S.Lubis. Good job! Salam sukses.

Fakhira mengatakan...

weeeww gitu yah,cuma emang agak ribet yah klo tarik tunai seperti penjelasan dari cs sebuah bank pada saat kita tarik tunai aja udh dikenakan 4% + biaya admin,nnt di tagihan kita akan dikenakan lagi biaya admin,makanya saya agak ragu klo menggunakan cc untuk tarik tunai,karena biaya2nya itu,tp apakah benar yah misalnya kita tarik tunai 1jt nnt pada saat membayar full payment ttp tertagih 1jt,karena spt penjelasan ts tersebut,walaupun kita full payment ttp dikenakan 4% tersebut :(

z4ck81 mengatakan...

Betul kata Fakhira di atas, saya sudah coba telepon ke salah satu CS kartu kredit juga, misal kita tarik 1 juta rupiah, otomatis sudah kena biaya adm sebesar 4-6%, dan dikenai bunga harian berjalan, dengan bunga sebesar 2.95% perbulan, jadi misal kita tarik di ATM tanggal 2 Mei. tanggal cetak 25 Mei, maka tagihan nanti yang timbul adalah : 1 juta + ( 4%x1 juta) + ( 2.95/30* ( lama hari dari tanggal 2 sampai tangal 25) = 1.000.000 + 40000 + (2.26 x 1.000.000) = 1.000.000 + 40.000 + 22600,
Cukup merugikan juga, kecuali sesuai kata TS, dipakai untuk jangka pendek saja ( dalam keadaan terdesak)

Vianz Dzoldic mengatakan...

Boleh diperjelas gak, maksudnya bunga retail sama bungan cash advance, beda dan kaitannya dengan biaya cash advance dan biaya keterlambatan apa ya?

Makasih pak.

Haris Pradipta mengatakan...

Ngeri kalau sampai tarik tunai dari CC. Nariknya berapa, bayarnya berapa... :D
Kalau tidak mendesak-sak-sak, gak bakal pakai fasilitas ini.

Tapi ada fasilitas transfer dari CC ke rekening tabungan. Mungkin admin bisa menjelaskan. Namun jauh lebih lama prosesnya.

Thanks.

marry coleloanscompany mengatakan...

Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi tagihan dan utang? yang Anda dalam
jenis krisis keuangan, kami dapat membantu Anda. jika ya hubungi kami hari ini
di marycoleloanscompany@gmail.com dengan info di bawah ini.

NAMA: .............
COUNTRY ...........
PINJAMAN JUMLAH .............
PINJAMAN JANGKA WAKTU ............
NOMOR TELEPON .....

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review