Situs mafia kartu kredit sedang melakukan pembenahan konten agar lebih jelas dan lebih mudah dipahami sesuai perkembangan kebijakan kartu kredit terakhir.

Merchant Gesek Tunai Kartu Kredit

Merchant gesek tunai kartu kredit menjamur di mana-mana. Anda pun bisa menjadi merchant gesek tunai.
Kami sudah menjelaskan pengertian merchant kartu kredit. Sekarang kami akan menjelaskan kepada Anda merchant gesek tunai kartu kredit yang sering disebut "merchant tarik tunai kartu kredit" atau "merchant gestun kartu kredit". Kata gestun adalah singkatan dari gesek tunai. Lalu apa maksudnya? Apakah ada perbedaan antara merchant biasa dengan merchant gesek tunai ini?

Merchant gestun adalah pihak yang ikut menikmati gurihnya pertumbuhan industri kartu kredit di Indonesia. Bank penerbit kartu kredit bahkan AKKI tidak berkutik apa-apa terhadap merchant gestun seperti ini. Semakin diutak-atik semakin suram bisnis kartu kredit. Karena memang belum waktunya dan tidak boleh diutak-atik karena sangatlah sensitif. Seperti beberapa waktu lalu bank menarik mesin-mesin EDC dari merchant yang ketahuan menerima gesek tunai. Kebutuhan konsumen dan pertumbuhan industri kartu kredit memang memunculkan bisnis ini. Bank tidak boleh bertindak seenaknya seolah-olah konsumen masih bodoh dan bisa terus dijadikan korban atau sapi perahan. Urusan seseorang mau gesek tunai, gesek biasa atau gesek di pantat babi, itu urusan pemegang kartu kredit. Yang penting begitu tagihan datang dia siap membayarnya. Kalau terlambat maka mereka membayar sesuai dengan denda-denda dan bunga-bunganya sehingga Anda sebagai bankir bisa terus buncit dan kaya raya anak cucu cicit Anda! Mestinya Anda tersenyum lebar. Jadi tidak boleh memberi orang kartu kredit lalu mengatur hak orang menggunakan kartu kredit tersebut harus begini, harus begitu. Ini sama saja mau menang sendiri. Kalau meragukan seseorang untuk menggunakan kartu kredit Anda, ya silakan jangan dikabulkan permohonan kartu kreditnya. Gitu saja kok repot?

Menjadi merchant gestun juga boleh dikatakan 100% bebas risiko dengan keuntungan bisnis yang sangat menggiurkan. Terkecuali untuk kasus-kasus tertentu di mana mafia kartu kredit beraksi terhadap merchant itu sendiri. Tidak kami kupas di sini tetapi hanya di ebook. Karena keuntungannya yang sedemikian menggiurkan, maka tak heran kita menjumpai bisnis gestun menjamur di mana-mana. Bisnis gestun mulai menjamur sejak tahun 2000 ke atas. Di mana memang pertumbuhan kartu kredit sangatlah besar dan juga semakin pintar masyarakat melihat peluang. Anda pun bisa membuka bisnis gestun ini di kota Anda. Kami akan memberikan panduannya di ebook secara lengkap. Tak perlu peduli dengan omong kosong atau gertakan orang bank yang berkata gestun bisa dihapus. Itu omongan yang hanya bisa menipu orang bodoh. Intinya di mana kartu kredit bisa dipakai, maka di sana praktek gestun bisa dilakukan. Yang penting tahu celahnya. Nanti akan kami jelaskan panjang lebar di ebook rahasia-rahasianya yang diketahui orang bank tetapi tidak diungkapkan kepada publik.

Secara praktek tidak ada perbedaan antara merchant biasa dengan merchant gesek tunai. Merchant gesek tunai bisa saja sebuah restoran, hotel, toko baju, toko emas, toko bangunan, toko elektronik, supermarket, toko handphone, dsb. Rata-rata sih paling banyak dijumpai adalah toko emas atau toko HP (ponsel). Pokoknya semua merchant bisa menjadi merchant gesek tunai. Begitu sebaliknya merchant gesek tunai juga adalah merchant biasa. Anda datang, membeli barang, mengeluarkan kartu kredit dari dompet, kartu kredit digesek, struk belanja Anda terima, selesai. 

Hanya saja kalau biasanya Anda membeli barang dengan kartu kredit lalu membawa pulang barang yang Anda beli, tidak demikian jika mendatangi merchant gesek tunai ini. Begitu kartu kredit Anda digesek, Anda tidak membawa pulang barang yang Anda beli melainkan membawa pulang uang yang nilainya sesuai dengan harga barang tersebut. Contoh: kalau merchant biasa, ketika Anda membeli iPhone 4S dengan kartu kredit katakanlah seharga Rp 6 juta maka langsung membawa pulang iPhone tersebut. Namun tidak demikian jika Anda mendatangi merchant gesek tunai. Kartu kredit Anda memang digesek sebesar Rp 6 juta, namun Anda tidak membawa pulang iPhone melainkan uang tunai sebesar Rp 6 juta. Uang tunai yang sama persis dengan harga iPhone 4S. Lho kok bisa? Namanya saja sudah merchant gesek tunai. Jadi yang Anda ambil adalah uang tunainya. Kalau mau mengikuti bunyi iklan Bank Danamon beberapa waktu lalu, artinya Anda cuma ambil "mentahnya" saja.

Apakah kita sebagai pemegang kartu dirugikan? Tentu saja tidak karena uang yang kita terima sesuai dengan harga barang yang kita beli. Hanya saja kita akan dikenakan semacam fee yang rata-rata berkisar antara 3% - 5% dari total nilai belanja tersebut. Kalau gesek tunainya Rp 10 juta dan fee gestunnya 3%, maka kita diwajibkan membayar biaya tambahan Rp 300.000. Fee ini tergantung kepada merchant itu sendiri. Biasanya makin tinggi gesek tunai yang kita ambil maka makin kecil fee yang dikenakan. Bisnis gesek tunai adalah bisnis yang memanen uang paling cepat dan besar tanpa ada risiko. 

Bagi Anda yang membutuhkan jasa merchant gesek tunai atau ingin mengetahui lokasi tarik tunai terdekat di kota Anda, silakan melihat informasinya di bawah ini. Sesuaikan dengan tempat tinggal Anda. Kalau kebetulan belum ada datanya, mungkin peluang buat Anda untuk terjun ke bisnis seperti ini. Tenang saja dan tak perlu takut pada gertakan orang bank. Bank lebih membutuhkan kita daripada kita membutuhkan mereka.
Sponsored links Merchant Gesek Kartu Kredit:
 

3 komentar:

Central mengatakan...

bos sebagai tambahan di ebook bahwa sekarang untuk toko emas dan handphone / elektronik pembukaan merchant nya ribet bos. malah 90%di tolak. jadi harus pakai strategi baru hehehehehe

Central mengatakan...

malah sebagian bank mega dan permata menutup semua transaksi pemegang kartunya jika berbelanja di tk emas/handphone/elektronik. kecuali di merchant besar dan berupa program cicilan baru bisa, karena di merchant begitu gak mungkin gestun kan.... hahahahah

My Brain Business mengatakan...

Karawang mana karawang :D

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review