Situs mafia kartu kredit sedang melakukan pembenahan konten agar lebih jelas dan lebih mudah dipahami sesuai perkembangan kebijakan kartu kredit terakhir.

Algoritma Luhn Cek Nomor Kartu Kredit

Algoritma Luhn kartu kredit
Dunia ilmu pengetahuan terutama ilmu matematika dan komputer mengenal sebuah istilah yakni algoritma. Merupakan sebuah perintah untuk menyelesaikan sebuah masalah yang menggunakan semacam logika atau pola. Jika ini berhubungan dengan dunia komputer (komputasi) maka menjadi lebih rumit untuk dipahami.

Pada prinsipnya semua kombinasi angka-angka atau nomor-nomor unik yang terdapat pada barcode produk, nomor IMEI perangkat selular, nomor jaminan sosial, nomor kartu kredit, nomor voucher isi ulang pulsa atau token listrik, dsb.. menggunakan perhitungan ala algoritma seperti ini. Makanya angka-angka atau nomor-nomor yang dihasilkan terlihat unik dan menyimpan misteri. Jika kita bisa memecahkannya niscaya kita bisa mendapatkan pola terstruktur untuk mendapatkan nomor-nomor lainnya yang valid.

Contoh misalnya jika kita bisa memecahkan algoritma penomoran voucher pulsa telepon selular (HP) atau listrik, maka kita bisa menjebol pulsa listrik atau HP tersebut. Tinggal kita jual murah saja maka sudah sangat menguntungkan seperti kasus pembobolan voucher pulsa salah satu operator selular beberapa waktu lalu. Konsepnya kurang lebih seperti itu. Namun untuk bisa sukses melakukannya bukan perkara mudah sebab salah memasukkan satu angka saja maka rangkaian kombinasi nomor tersebut sudah rusak atau tidak sah. Coba iseng-iseng Anda praktekkan atau pelajari sendiri. Jika berhasil jangan lupa kasih tahu kami ya.

Untuk voucher isi ulang pulsa atau listrik, apakah bisa dipergunakan atau tidak tergantung kembali kepada pertanyaan: apakah sudah pernah dipergunakan atau belum kode tersebut. Jika kombinasi angka tersebut belum pernah dipergunakan maka bisa kita pergunakan. Namun jika sudah pernah dipergunakan orang karena mereka membelinya di oulet pulsa, maka sudah pasti tidak bisa. Meski demikian jika kita bisa menemukan kombinasi angka tersebut maka kita sudah mempunyai semacam rumusnya dan tinggal kita buatkan lagi nomor-nomor berikutnya. Pasti jebol!
 
Algoritma Luhn Kartu Kredit

Salah satu fungsi matematis komputasi yang bisa dipergunakan untuk memverifikasi keabsahan sebuah nomor kartu kredit adalah apa yang disebut dengan algoritma Luhn. Algoritma ini adalah sebuah program logika cek digit kartu kredit yang dikembangkan oleh seorang ilmuan jenius perusahaan IBM bernama Hans Peter Luhn. Sampai tulisan ini ditulis, fungsi-fungsi dari algoritma ini masih berlaku untuk produk kartu kredit di berbagai negara termasuk di Indonesia. Anda bisa mencobanya sendiri nanti terhadap nomor kartu kredit yang Anda miliki. Sah atau tidaknya nomor-nomor kartu kredit yang Anda miliki bisa diketahui dengan cara sederhana seperti yang akan kami beberkan di bawah ini.

Algoritma Luhn membutuhkan 3 langkah utama (rumus) yang sangat sederhana tetapi sangat luar biasa untuk membuktikan apakah sebuah nomor kartu kredit adalah palsu atau asli. Namun jangan pernah menggunakan rumus ini untuk mencari angka togel atau buntut. Mungkin tidak akan pernah ketemu sebab bidangnya berbeda. Angka togel memiliki angka dasar berbeda. 

Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Kalikan dua setiap nilai untuk digit posisi ganjil (1 - 3 - 5 - 7 - 9 - 11 - 13 - 15). Jika hasilnya lebih dari 9 maka kurangi dengan 9. Setelah itu jumlahkan semua angka yang dihasilkan atau didapatkan.
  2. Jumlahkan semua nilai untuk digit posisi genap atau masukkan hasil langkah pertama menggantikan posisi digit sebelumnya.
  3. Jumlahkan hasil langkah pertama dan kedua lalu bagikan dengan nilai 10. Jika habis terbagi maka nomor-nomor kartu kredit tersebut adalah valid (benar).
Umumnya nomor kartu kredit memiliki 16 digit (0000 0000 0000 0000) termasuk kartu kredit untuk pasar Indonesia. Untuk negara-negara tertentu lainnya mungkin saja ada kartu kredit yang nomornya di bawah 16 digit seperti 13 digit, 12 digit, dsb. Perlu diingat bahwa pengecekan valid atau tidaknya sebuah nomor kartu kredit biasanya dilakukan oleh mafia kartu kredit untuk mengetahui apakah sebuah kartu kredit bisa dipergunakan atau tidak. Jika nomornya sudah keliru maka tidak akan pernah mereka beli atau pergunakan. Pasti data kartu kredit tersebut abal-abal.

Ketika bank-bank belum memperketat sistem pengamanan penggunaan kartu kredit, pengecekan validitas sebuah nomor kartu kredit menjadi pekerjaan yang serius dan sangat menantang. Alasannya karena waktu dulu hanya bermodalkan nomor sebuah kartu kredit kita bisa membobol rekening kartu kredit tersebut. Dulu transaksi lewat internet cukup menggunakan nomor kartu kredit dan nama nasabah saja terutama untuk negara-negara maju. Kalau sekarang sudah tidak bisa dipergunakan sebab masih membutuhkan banyak item verifikasi seperti alamat penagihan, kode di belakang kartu, dsb.

Praktek Cek Digit Algoritma Luhn

Mari kita praktekkan teori algoritma Luhn ini. Anggap saja seperti belajar di bangku sekolah. Silakan perhatikan foto atau gambar kartu kredit Citibank di bawah ini. Kode atau awalan kartu dengan nomor 4 atau 5 merujuk pada institusi lembaga keuangan. Jadi hanya dengan melihat awalannya saja maka kita yakin bahwa foto atau gambar ini adalah benar. Karena Citibank adalah lembaga keuangan bank.

Sekarang kita melihat logo kartu kredit Citibank tersebut. Karena dimulai dari angka 5 maka merujuk pada MasterCard International. Jika angka 4 bisasanya merujuk pada VISA. Dalam foto jelas adalah kartu kredit MasterCard. Jadi sudah cocok!

Sekarang kita perhatikan nomor kartu kreditnya: 5588 3201 2345 6789
Mengecek asli tidaknya nomor kartu kredit.
Sebelum menelaah lebih lanjut keabsahan nomor kartu kredit tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari foto kartu kredit tersebut. Apa saja?
  1. Kartu kredit diterbitkan oleh Citibank. Logonya tempak jelas.
  2. Nama pemilik adalah L. Walker. Jelas nama orang bule dan 90% pasti warga negara asing.
  3. Jenis kartu kredit adalah MasterCard. Logonya tercantum jelas.
  4. Mr. Walker ini menjadi nasabah kartu kredit Citibank tersebut sejak tahun 2005 (05).
  5. Kartu kredit tersebut berlaku kurang lebih 3 tahun. Berakhir 31 Januari 2008.
  6. Nomor kartu kredit berjumlah 16 seperti lazimnya di berbagai negara.
  7. Awalan nomor kartu adalah 5 dengan demikian sudah benar diterbitkan oleh Citibank (lembaga keuangan).
  8. Karena dimulai dari angka 5 maka sudah pasti produk MasterCard. VISA dimulai dari angka 4.
Sekarang kita lakukan cek validitas nomornya menggunakan algoritma Luhn. Kita mendapatkan 16 nomor yakni: 5588 - 3201 - 2345 - 6789. Kira-kira menurut Anda, benarkah nomor kartu kredit tersebut? Atau jangan-jangan nomornya salah? Mari kita buktikan!

Langkah pertama:
Kalikan dua untuk setiap nilai posisi ganjil. Angka  yang berwarna merah adalah posisi ganjil. Kita akan mendapatkan:
N = (5 X 2) + (8 X 2) + (3 X 2) + (0 X 2) + (2 X 2) + (4 X 2) + (6 X 2) + (8 X 2)
N = (10 - 9) + (16 - 9) + (6) + (0) + (4) + (8) + (12 - 9) + (16 - 9)
N = 1 + 7 + 6 + 0 + 4 + 8 + 3 + 7
N = 36

Langkah kedua:
Jumlahkan semua nilai untuk posisi genap. Kita dapatkan:
N = 5 + 8 + 2 + 1 + 3 + 5 + 7 +9
N = 40

Langkah ketiga:
Jumlahkan hasil langkah pertama dan kedua lalu dibagi dengan 10. Kita dapatkan:
N = (36 + 40) : 10
N = 76 : 10
N = 7,6

Karena hasil perhitungannya adalah tidak habis dibagi 10 (7,6) maka nomor kartu kredit tersebut sudah pasti salah alias palsu. Sebenarnya dengan melihatnya sekilas saja kita sudah tahu bahwa nomor kartu tersebut palsu. Pertama, bank berani membeberkannya ke publik berarti bukan nomor yang benar. Kedua, karena angka-angka akhirannya sedemikian runut dari 0123456789. Tidak mungkin ada nomor sedemikian rupa.

Sekarang kita ambil contoh kedua. Andaikata ada nomor kartu kredit seperti ini:  

7889 - 8594 - 5435 - 5413

Dari data nomor tersebut, kita tahu bahwa kartu kredit tersebut bukan diterbitkan oleh lembaga perbankan melainkan perusahaan perminyakan atau institusi terkait. Kode awalnya dimulai dari angka 7. Sudah pasti ini produk kartu kredit dari luar negeri sebab di Indonesia belum ada kartu kredit yang dikeluarkan oleh lembaga atau institusi selain institusi lembaga keuangan (bank & nonbank).

Apakah nomor kartu kredit tersebut benar atau palsu? Kita ulangi saja pola seperti di atas tetapi dengan penjelasan yang lebih terperinci namun sedikit berbeda. Kalau di atas kita lakukan step by step dengan menghitung digit posisi genap, sekarang kita menaruh kembali hasil yang kita dapatkan di posisi ganjil dan langsung dijumlahkan. Kita tidak lagi menghitung angka digit di posisi genap.

Kita dapatkan nilai digit-digit posisi ganjilnya sebagai berikut ini:
Digit 01 = 7
Digit 03 = 8
Digit 05 = 8
Digit 07 = 9
Digit 09 = 5
Digit 11 = 3
Digit 13 = 5
Digit 15 = 1

Berikutnya kita kalikan dengan 2 seperti contoh pertama. Jika mendapatkan hasil lebih dari 9 maka kita kurangi dengan 9 atau cari angka dasarnya. Dari hasil ini akan didapatkan:
D 1 = 7 X 2 = 14, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 14 - 9 = 5
D 2 = 8 X 2 = 16, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 16 - 9 = 7
D 5 = 8 X 2 = 16, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 16 - 9 = 7
D 7 = 9 X 2 = 18, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 18 - 9 = 9
D 9 = 5 X 2 = 10, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 10 - 9 = 1
D11= 3 X 2 =  6, karena kurang dari 9 maka tetap dipertahankan = 6
D13= 5 X 2 = 10, karena lebih dari 9 kita kurangi 9 menjadi 10 - 9 = 1
D15= 1 X 2 =  2, karena kurang dari 9 maka tetap dipertahankan = 2

N = D1 + D3 + D5 + D7 + D9 + D11 + D13 + D15
N = 5 + 7 + 7 + 9 + 1 + 6 + 1 + 2
N = 38

Langkah pertama selesai dan kita lanjut ke langkah kedua.

Kali ini kami ingin Anda langsung menaruh hasil penemuan atau pencarian angka dasar di atas untuk ditempatkan kembali menjadi nomor yang baru sesuai urutan nomor sebelumnya yang kita pergunakan. Istilah kasarnya adalah mengganti angka-angka di posisi ganjil dengan angka yang sudah kita hasilkan. Dengan demikian nomor kartu kredit tersebut berubah menjadi:

5879 - 7594 - 1465 - 1423

Harap diketahui bahwa kita hanya menaruh kembali hasil posisi digit ganjil. Bukan berarti nomor dan jenis kartu berubah seolah-olah dari awal 7 menjadi 5 yakni dari perusahaan perminyakan menjadi lembaga perbankan. Tidak! Kita hanya memverifikasi nomor kartu kredit saja menggunakan algoritma Luhn. Nomor kartu kredit sebenarnya tetap tidak berubah.

Sekarang kita jumlahkan semua angka-angka yang ada dan dibagikan 10. Kita dapatkan:
N = (5 + 8 + 7 + 9 + 7 + 5 + 9 + 4 + 1 + 4 + 6 + 5 + 1 + 4 + 2 + 3) : 10
N = 80 : 10
N = 8

Dengan demikian nomor kartu kredit tersebut bisa dipastikan asli atau benar sebab habis dibagi 10 yakni 8.

Sampai di sini kita bisa mengerti bahwa algoritma Luhn ini sangatlah sederhana tetapi begitu luar biasa. Sebuah pola perhitungan matematis komputasi yang begitu jenius dan unik. Anda bisa mencoba sendiri dengan nomor kartu kredit milik sendiri atau yang iseng-iseng Anda temukan lewat googling. Bisa juga dicoba untuk kode-kode pulsa, token listrik, dsb. Pola perhitungan yang pertama atau kedua pada dasarnya sama saja. Jika habis terbagi 10 maka benar, sebaliknya jika tidak habis dibagi 10 maka pasti salah. Sekali lagi ilustrasi nomor yang kami berikan di atas hanyalah bersifat acak dan fiktif belaka. Jika terdapat kesamaan nomor, nama, lokasi atau kejadian yang sama itu hanyalah faktor kebetulan tanpa disengaja. Kayak kisah sinetron atau FTV saja..hehe.

Selamat mencoba dan bereksperimen!

Sponsored links:

1 komentar:

Amran Suryadi mengatakan...

very nice...

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review