Malapetaka Blacklist Bank Indonesia Bagi si Pengemplang Hutang

Skema proses permintaan data IDI historis yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Sumber: bi.go.id
Dalam ulasan tentang Blacklist Bank Indonesia (BI), kami sudah memberikan wanti-wanti bahwa harap berhati-hati sama makhluk yang bernama "BI Checking". Masa depan Anda dan keturunan Anda mungkin akan sangat bergantung pada hasil kerja sistem perbankan satu ini. Kalau dianggap remeh bisa saja mempersulit masa depan diri kita sendiri. Tidak percaya? Mari kita pelajari bersama.

Malapetaka Blacklist BI Bagi Si Pengemplang Hutang

Ayo angkat tangan! Siapa yang suka berteman dengan si pengemplang hutang? Tidak ada satu pun yang suka bukan? Kalau kita sendiri tidak suka berteman sama si pengemplang hutang, apalagi orang lain? Begitu juga dengan lembaga keuangan baik bank atau non-bank. Memang bank bukanlah sosok pribadi sehingga bisa saja ada yang berpikir "Toh saya pinjamnya ke bank, bukan ke orang kok." Memang benar, namun harap diingat bahwa uang-uang yang kita pergunakan baik yang disalurkan lewat kredit konsumtif (KPR, kartu kredit, KTA, KKB, dsb.) atau kredit produktif (funding, dsb.), semuanya itu dihimpun dari dana masyarakat. Masyarakat menyetornya lewat tabungan, giro, deposito, dsb. Tentu saja masyarakat tidak mau dong uangnya dipakai dan tidak dikembalikan? Jadi bukankah sama saja meminjam uang lewat sosok pribadi ke pribadi? Hanya saja memang sistemnya yang menyamarkan semuanya itu.

Sampai di sini kita bisa pahami mengapa setiap kasus perbankan besar bisa menyeret sampai ke puncak pemerintahan di mana masa depan kepemimpinan seorang presiden dipertaruhkan. Karena ini sudah bicara uang rakyat yang dirampok oleh si pengemplang hutang. Dianggap presiden yang dipilih dan diandalkan rakyat ternyata sami mawon (impoten atau ejakulasi dini). Alias tidak berkutik dan tak berdaya menghadapi pengemplang hutang. Kurang lebih seperti itulah untuk kasus perbankan besar yang melibatkan banyak uang rakyat seperti kasus BLBI, Bapindo, Summa, Century dan who's next (tunggu tanggal mainnya di layar kaca Anda!).

Thick Face Black Heart
Oke, mari kita kembali ke topik kartu kredit. Andaikata Anda sudah ngemplang hutang kartu kredit 7 biji dengan total kredit super macet Rp 100 juta di atas 6 bulan, otomatis nama Anda masuk daftar blacklist BI. Kira-kira apakah kalau Anda mengajukan permohonan kartu kredit, KPR, KTA, kredit motor atau pinjaman lain ke bank-bank berikutnya akan disetujui? Kalau Anda berani pinjam boleh dibilang Anda bermental baja dan pantang menyerah (black heart thick face) mengutip judul buku karya Chin Ning Chu. Padahal kalau mau diterjemahkan judulnya secara harfiah artinya "muka badak, hati lumpur". Orang yang tidak tahu malu dan tidak punya hati nurani. Sudah jelas-jelas gak bayar masih berani pinjam.

Nah, sekarang data diri Anda sudah masuk sistem informasi debitur (SID) yang diblacklist. Otomatis semua pinjaman yang Anda ajukan tidak akan pernah lagi diterima. Hanya bank bodoh dan leasing super tolol yang masih menggelontorkan dana buat Anda. Kecuali Anda "main mata" dengan orang dalam bank atau leasing tersebut seperti politikus "main mata" dengan anggota DPR. Sambil berbisik Anda berkata, "Ssst...kalau ente berani kasih ane Rp 2 milyar, ente bakalan dapat tips Rp 500 juta." 

Ketika status kita masuk daftar hitam, bukankah sudah runyam bukan masa depan kita? Bukan itu saja, katakanlah Anda ingin melamar kerja di sebuah perusahaan sebagai staf akunting atau manajer keuangan. Kira-kira apakah Anda bakalan diterima? Buang mimpi Anda mau melamar kerja di bank atau jadi bankir! Pemilik perusahaan bahkan setiap orang bisa mengecek data pribadi seseorang secara langsung apakah masuk daftar blacklist BI atau tidak. Bisa langsung ke kantor BI terdekat, melalui sistem online, ke bank terdekat, ke lembaga leasing, atau ke biro agen informasi terdekat yang diberikan wewenang oleh BI. Begitu si pemilik perusahaan atau rekan bisnis Anda mengetahui nama Anda masuk daftar blacklist BI, Anda sudah tahu jawabannya bukan? Siapa yang mau mempekerjakan Anda sebagai karyawan, menikahkan Anda dengan putri mereka, menaikkan jabatan dan karir Anda, menjalin kerjasama bisnis dengan Anda, merekrut Anda sebagai anggota legislatif, dsb?

Datang ke tukang ramal, merajah telapak tangan atau bahkan operasi wajah pun tidak bisa menolong Anda! Jadi harap perhatikan baik-baik hal ini. Kabar bagusnya adalah bahwa data blacklist BI ini bisa dipulihkan dengan catatan melunasi hutang-hutang yang pernah ada. Bagi yang belum punya kartu kredit atau kartu kreditnya ditolak terus sejak awal, ada baiknya lebih berhati-hati. 

Untuk informasi lebih jelas soal sistem informasi debitur (SID), BI checking atau blacklist BI, silakan menuju ke SINI atau ke SINI. Sudah ditulis dan dibagikan oleh rekan lain jadi tinggal saja diarahkan ke sana.

Sponsored links Blacklist BI Bagi Pengemplang Hutang:
  

4 comments:

gibuck mengatakan...

halah ini indonesia bos..nama sama tgl lahir nama ortu beda ..ya dapet lagi...apanya yang sulit.....? BI kok harus di takuti..sudah gak jaman..yang perlu di takuti adalah kalo otak kita sudah tidak bekerja lagi...!

Pengemplang mengatakan...

Dihadapan Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi, semua orang adalah pengemplang, pengemis dan gelandangan. Semua harta yang kita miliki tidak cukup untuk membayar hutang, dan tidak pernah lunas selama-lamanya. Saya justru mengesahkan PENGEMPLANGAN jika seseorang sudah bekerja keras dan berdoa, untuk mempertahankan hidupnya saja susah. Saya ingin mendengar doa orang saleh dan yang merasa diberkati Tuhan berdoa seperti ini " Tuhan, saya sudah terlalu capai menerima berkat rejekiMu, kasih dan kebaikanMu. Sekarang istirahatlah sejenak. Biar tanganku yang menggantikan tanganMu untuk melakukan kebaikanMu atas berkat yang kuterima dariMu. Kalau berkatku sudah habis, aku akan berhenti berbuat baik, aku akan mengemis lagi kepadaMu. Tetapi jika berkatMu terus Kau berikan kepadaku, akan juga akan terus menerus berbuat baik kepada orang lain, baik kepada penjahat maupun kepada para pengemplang ", dari saya Www.pengemplang.blogspot.com

Pengemplang mengatakan...

Coba kita hitung. Harta yang kita miliki lebih banyak hasil dari korupsi / warisan korupsi, tipu menipu, dusta, menggelapkan komisi orang, mencuri, selingkuh atau hasil kerja keras kita sendiri. Selanjutnya, berapa besar jumlah uang yang pernah kita sumbangkan untuk membantu orang lain dari kesulitan dan kita persembahkan kepada Tuhan. Kalau jumlah kekayaan kita hasil dari kerja keras, yang kita pakai untuk membantu orang lain dan yang kita persembahkan kepada Tuhan lebih besar, barulah Anda tidak masuk dalam daftar penjahat. Meskipun saat ini saya miskin, tetapi saya mantan penipu, pengemplang, mantan bajingan dan penjantan-----dari saya Www.Revolusi-moral.blogspot.com[

Pengemplang mengatakan...

Kalau Anda masih mau menikmati uang haram, yaitu uang yang diperoleh dengan operasi kejahatan seperti mengaburkan kebenaran Kitab Suci / undang-undang negara, mulutnya menyebut kebesaran Allah tetapi tangan kaki kelaminnya berbuat kejahatan, uang hasil korupsi, pemerasan di jalan atau mempermudah mempersulit urusan pekerjaan orang lain, menjerumuskan orang lain dalam kesulitan dan penderitaan, MENYUAP TUHAN DENGAN KORBAN PERSEMBAHAN ATAU KORBAN SEMBELIHAN DARI UANG HASIL KEJAHATAN, janganlah mencari-cari kesalahan orang lain atas dasar penggelapan, pengemplangan atau lainnya. Dalam hal ini benar ucapan Tuhan Yesus " Kamu lihat selumbar benang kesalahan saudaramu, tetapi balok yang mengganjal di matamu tidak kamu rasakan. Cungkilah dulu matamu dan keluarkan balok yang ada di matamu, barulah kamu melihat kesalahan saudaramu". Saya dulu juga penipu, pengemplang, pejantan, yang pura-pura pinjam untuk menggelapkan sama seperti yang dijalankan orang, Sekarang saya berjuang untuk hidup jujur, Jujur pikiran, jujur ucapan, jujur hati nurani, jujur kelamin seksualnya, jujur tindaknnya. Kalau Anda ingin menjadi orang suci, ucapkan doa ini : " Tuhan, dihadapan rakyat Indonesia dan masyarakat dunia saya berjanji : Jika terjadi kejahatan, salah ucap kepleset lidah, kekerasan, pencurian atau kejahatan lainnya di dalam keluargaku, di masyarakat sekitarku, di kantor tempat kerja dan relasi bisnisku, atau dimanapun dimuka bumi ini janganlah terjadi karena buah pikiranku, karena ucapan perkataanku, lewat kaki tangaku atau karena nafsu seksual kelamin dan ambisiku "......Anda pegang sejata nuklir, meriam, senjata api, samurai atau kesaktian macam apapun Anda tak berdaya untuk berbuat kejahatan / balas dendam setelah mengucapkan doa di atas. .

Poskan Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab si komentator. Komentar di luar topik apalagi menawarkan bisnis dengan mencantumkan nomor ponsel/telepon pasti dihapus! Berhati-hatilah terhadap segala bentuk penipuan!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons | Konsumen Review